- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Danantara: Transformasi PalmCo, Subholding dari Holding Prekebunan Nusantara Dinilai Perkuat Kemandi

Keterangan Gambar : Danantara: Transformasi PalmCo, Subholding dari Holding Prekebunan Nusantara Dinilai Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi Nasional
Pekanbaru — Transformasi berkelanjutan yang dijalankan PTPN IV PalmCo, subholding
dari Holding Perkebunan Nusantara dinilai telah melampaui jargon dan masuk pada
tahap eksekusi nyata. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI
Danantara) melihat upaya modernisasi bisnis sawit yang dilakukan PalmCo sebagai
fondasi penting dalam memperkuat kemandirian pangan, energi, dan kedaulatan
ekonomi nasional.
Penilaian itu disampaikan Managing Director Business
2 Danantara Setyanto Hantoro saat melakukan kunjungan kerja perdananya ke PTPN
IV Regional III di Riau, Rabu (21/01/2026), yang mencakup Kebun dan Pabrik
Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar. Kunjungan tersebut juga diikuti Managing Director
Risk Management Danantara Riko Banardi serta jajaran manajemen PTPN IV PalmCo.
“Transformasi di sektor perkebunan tidak cukup
berhenti pada perencanaan. Yang kami lihat di sini adalah konsistensi dan
keberanian mengeksekusi perubahan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan dan energi sekaligus kedaulatan
ekonomi,” ujar Setyanto.
Baca Lainnya :
- Sambut Isra Miraj dan Ramadhan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Gelar Donor 0
- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dorong Digitalisasi Rantai Pasok, PalmCo Integrasikan Logistik0
- Gotong Royong Petani Mitra Binaan PTPN Group, Kumpulkan Donasi Ratusan Juta Rupiah untuk Aceh0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Komite Dewan Komisaris Kunjungan Ke0
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Penanganan Pascabencana, PTPN IV Regional III Kirim Tim Medis k0
PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektare
perkebunan sawit nasional. Dalam kunjungan tersebut, manajemen Danantara
meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi yang dikembangkan PalmCo, mulai
dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi sumber
energi baru terbarukan.
Kunjungan diawali dari sentra pembibitan Kebun Sei
Pagar, salah satu dari tujuh sentra pembibitan sawit unggul bersertifikat di
Riau. Fasilitas ini menjadi tulang punggung program peremajaan sawit rakyat
yang digulirkan sejak 2021. Hingga kini, sekitar 2,56 juta bibit sawit unggul
telah disalurkan kepada lebih dari 8.900 petani.
Program tersebut diarahkan untuk memperkecil
kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perkebunan perusahaan,
persoalan struktural yang selama ini membayangi industri sawit nasional. Dalam
proses pembibitan, PalmCo memadukan teknologi dan mekanisasi, mulai dari sistem
irigasi sprinkle, penggunaan drone sprayer, hingga pengembangan penangkaran
serangga penyerbuk elaidobius.
Digitalisasi juga menjadi pilar penting transformasi
PalmCo. Sejumlah aplikasi internal seperti Digital Farming dan Agroview
dimanfaatkan untuk pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas. Di
lapangan, digitalisasi ini ditopang mekanisasi peralatan panen dan perawatan
kebun, seperti grabber dan spreader.
Di sektor pengolahan, Danantara memberi perhatian
pada penerapan teknologi on-site seperti sistem Intank yang memungkinkan
pemantauan stok minyak sawit mentah (CPO) secara real-time. Sinergi antara
digitalisasi dan mekanisasi tersebut tercermin pada kinerja PTPN IV Regional
III sepanjang 2025.
Seperti produksi tandan buah segar (TBS) inti
regional ini tumbuh 5,4 persen menjadi 1,6 juta ton dengan produktivitas
mencapai 24,07 ton TBS per hektare pertahun. Pabrik kelapa sawit mencatatkan
produksi CPO sebesar 575.000 ton dengan produktivitas 5,68 ton CPO per hektare
pertahun, sementara produksi minyak inti sawit (PKO) mencapai 115.000 ton.
Rendemen CPO tercatat 23,59 persen, melampaui target perusahaan.
Kontribusi regional tersebut menopang kinerja
konsolidasi PalmCo. Secara keseluruhan, perusahaan mencatatkan produktivitas
CPO 4,70 ton per hektare pertahun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun
sebelumnya. Laba bersih PalmCo mencapai Rp 6,19 triliun, atau sekitar 170
persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Setyanto menilai capaian tersebut mencerminkan
praktik terbaik transformasi bisnis perkebunan yang modern, efisien, dan
berorientasi keberlanjutan. “Apa yang kami lihat menunjukkan integrasi antara
digitalisasi, mekanisasi, dan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola
(ESG). Ini bukan retorika, tetapi kerja nyata di lapangan,” katanya.
Ia juga menyebut PalmCo berpotensi menjadi contoh
dalam mewujudkan visi Danantara sebagai sovereign wealth fund berkelas global,
yang menekankan pengelolaan aset negara secara berkelanjutan untuk menciptakan
nilai ekonomi jangka panjang.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa
menegaskan bahwa transformasi yang berjalan merupakan bagian dari strategi
jangka panjang perusahaan. “Sejalan dengan arahan Danantara dan BP BUMN, kami
bertumpu pada tiga pilar utama: peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan
keberlanjutan. Ketiganya kami jalankan secara simultan,” ujarnya.
Di tengah tantangan global sektor pangan dan energi,
langkah-langkah yang ditempuh PalmCo menunjukkan bahwa modernisasi BUMN
perkebunan tidak hanya relevan bagi kinerja korporasi, tetapi juga memiliki
arti strategis bagi ketahanan ekonomi nasional.






