- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
Lampung
Selatan — PTPN I Regional 7,
salah satu Entitas Holding Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero), berhasil
mengoptimalkan aset pesisir di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan,
menjadi destinasi wisata unggulan bertajuk Rio By The Beach. Kawasan yang
sebelumnya merupakan lahan kebun dan dinikmati terbatas oleh pekerja sadap
karet, kini bertransformasi menjadi salah satu profit center perusahaan.
Pengembangan Rio By The Beach dilakukan melalui
skema kemitraan strategis dengan investor yang mengelola kawasan tersebut
secara profesional. Transformasi ini tidak hanya menghasilkan pendapatan baru
bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas. Seratusan
tenaga kerja terserap secara langsung, ratusan pelaku usaha turut bertransaksi
dari kehadiran ribuan pengunjung setiap hari, serta terbentuk simpul ekonomi
baru di kawasan Pesisir Kalianda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi
korporasi dalam optimalisasi aset melalui konversi area potensial menjadi
sumber pendapatan produktif yang memberikan efek pengganda (multiplier effect)
bagi perekonomian daerah.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I0
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri0
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi0
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi0
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D0
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas,
menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian integral dari implementasi asset
turnaround di lingkungan PTPN Group.
"Kehadiran Rio By The Beach adalah bukti
konkret komitmen PTPN I dalam melakukan optimalisasi aset-aset idle. Kami tidak
ingin aset strategis berhenti sebagai potensi saja, tetapi harus dikonversi
menjadi sumber pendapatan baru (new revenue stream) yang memberi manfaat bagi
perusahaan sekaligus masyarakat," kata Teddy Yunirman Danas di Jakarta,
Jumat (26/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemilihan konsep dan mitra
dilakukan secara selektif guna menjamin standar layanan yang tinggi serta
memastikan sinergi yang saling menguntungkan. Melalui pengelolaan modern,
perusahaan berkomitmen menjaga profesionalisme sekaligus memastikan
keberlanjutan aset negara.
Secara visual, kawasan wisata ini mengusung konsep
tropis minimalis dengan hamparan pasir putih, fasilitas premium seperti gazebo
dan sunbed, serta instalasi seni berbahan alam termasuk patung kayu raksasa
yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Identitas ramah lingkungan diperkuat
melalui penggunaan material bambu pada fasilitas pendukung seperti mushola dan
area bilas, yang menghadirkan harmoni antara modernitas dan kearifan lokal.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi Rio By The Beach
tergolong strategis karena berada dekat pintu Tol Sidomulyo pada jaringan Jalan
Tol Trans Sumatera (JTTS) serta berjarak sekitar 36 kilometer dari Pelabuhan
Penyeberangan Bakauheni. Dukungan sistem pengamanan pantai dan area parkir yang
luas semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan
domestik maupun nasional.
Keberhasilan pengembangan kawasan ini menjadi pilot
project bagi strategi pemanfaatan lahan PTPN I ke depan. Sebagai bagian dari
Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I berkomitmen untuk terus mengembangkan
aset-aset potensial lainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,
penguatan sektor pariwisata nasional, serta peningkatan kesejahteraan
masyarakat secara berkelanjutan.






