- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Inovasi Pertanian 2024: Pra Rilis Varietas Tebu dan Kelapa Sawit serta Teknologi Unggulan dari PT Ri
PT
Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) kembali menggelar acara tahunan Ekspose
Hasil Riset Unggulan dan Gelar Teknologi 2024 di IPB International
Convention Center, Bogor pada 19 Desember 2024. Acara ini menjadi bagian
dari upaya PT RPN dalam mendiseminasikan hasil riset dan teknologi inovatif yang
relevan dengan kebutuhan industri perkebunan. Inovasi unggulan yang
diperkenalkan meliputi:
- 1.
Teknologi
e-HARA: Solusi cerdas untuk manajemen hara tanaman yang lebih efisien.
- 2.
Varietas
tebu PS Nusantara 08: Produktivitas tinggi dan tahan penyakit.
- 3.
Varietas
klon kelapa sawit NUSAklon 1 & NUSAklon 2: Varietas dengan produktivitas
tinggi.
- 4.
Klon
karet IRR 309, IRR 310, IRR 425, dan IRR 429: Varietas dengan produktivitas
tinggi dan ketahanan terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopsis.
- 5.
Dan
berbagai inovasi lain yang siap meningkatkan efisiensi dan hasil panen di
berbagai jenis tanaman.
Agenda
tahunan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan dihadiri sekitar 200
undangan dari berbagai entitas perusahaan, akademisi, dan pemerintah baik
secara daring maupun luring. Di antara para tamu yang hadir secara
langsung adalah Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero), Dwi Sutoro; Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Board of
Advisory IPI, Firdaus Ali serta Tim Ahli Menteri, Kemenko Perekonomian,
Musdalifah Mahmud.
Baca Lainnya :
- Target Pasarkan 120.000 MT CPO Bersertifikasi Internasional, PTPN IV PalmCo Harapkan USD3,6 Juta dar0
- Penandatanganan MoU antara PT RPN dengan Universitas Putra Malaysia 0
- PTPN I dan Hotel Indonesia Group (HIG) Jalin Kerjasama Strategis untuk Tingkatkan Brand Awareness Pr0
- Roadshow BUMN Learning Festival di Makassar Tingkatkan Kompetensi Perusahaan0
- Teh Kayu Aro Jadi Idola di IPORICE 20240
Dalam sambutannya, Direktur RPN menyampaikan, “Kami
percaya bahwa dengan adanya sinergi antara peneliti, akademisi, pelaku
industri, dan pemerintah, inovasi-inovasi ini dapat memberikan kontribusi besar
bagi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan
petani di seluruh Indonesia”.
Sejalan dengan itu, Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengungkapkan “Perkebunan
mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional,
terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat melalui program
hilirisasi industri perkebunan, yang tentunya tak lepas dari upaya Bapak/Ibu
sekalian yang telah mengabdikan diri pada riset”.
“Permasalahan
industri perkebunan saat ini, salah satunya yaitu menurunnya produktivitas
produk hulu, yang tentunya memerlukan jawaban, PT RPN dengan timnya telah
melakukan penelitian ini dan varietas baru ini mampu menjawab permasalahan
tersebut yaitu dapat meningkatkan produktivitas, menaikkan rendemen dan bonus
kandungan vitamin beta karoten juga naik” tanggapan Direktur Pemasaran Holding
PTPN III saat di booth Kelapa Sawit.
Dwi Sutoro mengungkapkan bahwa hal ini akan menjadi tantangan bagi PTPN Group dan petani nantinya, bagaimana memastikan hasil riset yang sudah ditemukan ini bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan dari industri perkebunan ini, yaitu menaikkan CPO dan PKO yang ada di Indonesia.
Di sela
acara, Musdalifah Mahmud, Staf Ahli Menteri Kemenko Perekonomian, turut
mencicipi produk coklat hasil inovasi PT RPN-PPKKI dan memberikan apresiasi, “Cokelat
ini mengikuti tren kekinian, tidak terlalu manis, dan rasanya sangat enak. Saya
bahkan ingin membawa pulang", ungkapnya saat kunjungan pameran.






