- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
DPRD Riau Apresiasi Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional III Dalam Mewujud
Pekanbaru— Komisi II DPRD Provinsi Riau memberikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III, dalam mendorong ketahanan pangan di wilayah operasional dengan berbagai program strategis berbasis komunitas. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja DPRD Riau ke Region Office PTPN IV Regional III di Pekanbaru.
Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, menyampaikan bahwa langkah-langkah PTPN IV Regional III, termasuk melalui program Tanam Padi Perkebunan Nusantara (TAMPAN) serta penguatan kelompok tani jagung melalui TJSL, selaras dengan arah kebijakan pembangunan pangan daerah.
“Kami senang sekali dapat mendengar pemaparan dari Pak Ahmad (Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap). Banyak kerja sama yang segaris dengan Komisi II, terutama tentang ketahanan pangan yang telah dilaksanakan PTPN IV Regional III,” ujar Adam.
Baca Lainnya :
- PTPN Group Semarakkan HUT ke-80 RI, PTPN I Gelar Lomba, Bakti Sosial, Hingga Beasiswa0
- Holding Perkebunan Nusantara Genjot Ekspor Kopi Arabika, PalmCo dan SupportingCo Targetkan Produksi 0
- Holding Perkebunan Nusantara Siapkan Regenerasi Pemimpin Lewat Pembekalan Calon Karyawan Pimpinan di0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong PTPN I Optimalkan Peluang di Tengah Tren Potensi Kenaikan Harga 0
- Kebun Teh PalmCo Jadi Arena Balap Asia Pasific Championship Rally, Holding Perkebunan Nusantara Pacu0
Program TAMPAN merupakan strategi optimalisasi lahan sawit muda yang masih dalam fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) melalui pola intercropping padi gogo bersama petani mitra. Saat ini, lima koperasi unit desa (KUD) yang tergabung dalam program peremajaan sawit telah bergabung, dengan potensi areal tanam padi gogo mencapai 262,91 hektare.
Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada antusiasme petani dan dukungan seluruh pemangku kepentingan. “Kami bersyukur rekan-rekan petani menyambut baik program ini. Karena kunci utama keberhasilan TAMPAN adalah antusiasme petani serta dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja yang juga dihadiri oleh Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan Provinsi Riau tersebut, turut dibahas penguatan dukungan lintas sektor untuk mempercepat proses administrasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL).
Selain TAMPAN, PTPN IV Regional III juga mengembangkan program ketahanan pangan lainnya seperti budidaya jagung bersama kelompok tani di Kabupaten Siak dan kerja sama dengan Polri di Kabupaten Indragiri Hulu.
Gusmar juga menjelaskan bahwa transformasi yang dijalankan sejak 2019 atas arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, melalui program PTPN untuk Sawit Rakyat, telah menjangkau lebih dari 56.000 hektare lahan kemitraan petani dan mencatat luasan realisasi PSR lebih dari 10.000 hektare.
“Tak hanya memperkuat petani melalui kemitraan, kami juga menyediakan bibit unggul bersertifikat. Tahun ini, sebanyak 800.000 bibit kami siapkan dan lebih dari 50 persen sudah diserap petani,” tambah Gusmar.
PTPN IV Regional III juga telah melampaui kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sebesar 20 persen dengan total kemitraan mencapai lebih dari 60 persen dari total HGU seluas 76.000 hektare.
Tak hanya itu, penguatan kelembagaan petani juga terus dilakukan. Saat ini, ratusan petani yang tergabung dalam KUD Makarti Jaya tengah mempersiapkan sertifikasi RSPO perdana mereka sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produksi sawit rakyat.






