- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Dorong PalmCo Perkuat Peran Strategis Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Jakarta - Di tengah tekanan harga CPO
dunia yang terus melemah, PTPN IV
PalmCo, salah satu subholding di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan
resiliensi operasionalnya dalam menjaga pasokan pangan domestik sekaligus
mempertegas peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai bagian dari
transformasi Holding Perkebunan Nusantara yang mengusung skala ekonomi dan
efisiensi bisnis, PalmCo menjalankan berbagai langkah konkret yang menyentuh
langsung kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan minyak
makan dan memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
“Selain fokus pada stabilitas
pasokan minyak makan, PalmCo juga memperkuat peran dalam rantai pangan secara
menyeluruh, dari hulu hingga hilir, demi ketahanan pangan nasional yang
berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, dalam keterangan
tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/6).
Baca Lainnya :
- Komitmen Dukung Asta Cita, Holding Perkebunan Nusantara Pacu Produktivitas Sawit Hingga 7 Ton per He0
- Sinergi Strategis Entitas Holding Perkebunan Nusantara: PT RPN dan PT BIN Kolaborasi Pemasaran Produ0
- Jaga Harmonisasi dan Sinergi, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Silaturahmi dengan Wadah Pensiuna0
- PT KPBN Berpartisipasi dalam The 3rd TPOMI 20250
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kebangkitan Wisata Agro Melalui Festival Sound Vibes 20250
Sejak awal 2025, tren harga
minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan penurunan akibat perlambatan permintaan
global dan eskalasi konflik geopolitik. Kementerian Perdagangan RI mencatat
harga referensi CPO untuk periode Juni 2025 turun sebesar 7,36 persen menjadi
USD 856,38 per metrik ton. Di pasar domestik, harga lelang CPO KPBN Inacom per
5 Juni 2025 tercatat sebesar Rp13.343 per kilogram, turun dari Rp13.385 pada
hari sebelumnya.
Meski dihadapkan pada kondisi
tersebut, PalmCo berhasil mencatatkan ketangguhan operasional. Hingga April
2025, produktivitas CPO PalmCo tercatat sebesar 1,34 ton per hektare, naik
103,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada sisi hilir, PalmCo
melalui anak usahanya, PT Industri
Nabati Lestari (INL), telah menyalurkan lebih dari 987 ribu liter minyak
goreng kemasan hingga kuartal pertama 2025. Penyaluran dilakukan melalui
program pemerintah maupun distribusi ritel di berbagai wilayah seperti Aceh,
Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Banten,
hingga Jawa Barat. Produk-produk seperti Nusa Kita, INL, dan Salvaco
menyasar konsumen dengan harga terjangkau.
"Alhamdulillah produksi
CPO kita meningkat. Dan selaras dengan hal tersebut seperti arahan pemerintah
guna memastikan ketersediaan minyak makan dan stabilitas harganya, di momen
lebaran lalu juga kita jalankan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar, baik
yang dijalankan mandiri atau berkolaborasi bersama BUMN lain di lebih dari
4.500 titik di Indonesia," sebut Jatmiko.
Dalam kerangka transformasi
industri sawit nasional yang diinisiasi Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo
juga mendorong percepatan program Peremajaan
Sawit Rakyat (PSR). Berdasarkan data terbaru, luas areal petani binaan
PalmCo yang berhasil memperoleh rekomendasi teknis (rekomtek) PSR telah
mencapai lebih dari 13.000 hektare.
Kepercayaan petani terhadap
kemitraan dengan PTPN IV juga semakin meningkat. Di Aceh, sepuluh koperasi unit
desa (KUD) memutuskan mengajukan PSR melalui skema kemitraan bersama PTPN IV Regional VI, setelah melihat
keberhasilan dua KUD lainnya yang sebelumnya gagal secara mandiri namun
berhasil memperoleh dana BPDPKS setelah bermitra dengan PalmCo sejak awal 2024.
Dari sepuluh KUD tersebut, diperkirakan akan diajukan sekitar 1.500 hektare. “Keberhasilan
ini tentu menjadi cerminan dari sistem dan tata kelola kemitraan yang lebih
rapi, terarah, dan didampingi penuh oleh perusahaan,” lanjutnya.
PalmCo juga aktif memperkuat
ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan produktif bersama masyarakat.
Melalui program Tanam Padi PTPN
(TAMPAN) dan tanam jagung di areal peremajaan sawit rakyat, PalmCo mampu
mengoptimalkan lahan sawit agar lebih produktif dan bernilai tambah. Salah satu
wujud kolaborasi ini terlihat pada kegiatan panen padi di Jambi bersama petani
mitra yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian RI.
Upaya serupa juga dijalankan
di Aceh dengan perluasan tanam padi di lahan sawit tumpangsari. Program ini
merupakan bagian dari inisiatif strategis TAMPAN yang dirancang oleh PalmCo sebagai kontribusi terhadap
ketahanan pangan nasional.
“Kami melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan petani, pemerintah, maupun aparat, dalam mendukung swasembada pangan. PalmCo ingin menjadi bagian dari alternatif solusi bagi ketahanan pangan nasional,” pungkas Jatmiko.






