- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Sawit Melalui Pelatihan Komprehensi

Medan, 28 Juli 2025 – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), menggelar Pelatihan Komprehensif bagi 96 petani kelapa sawit asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli–1 Agustus 2025 ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Program ini merupakan implementasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas petani dalam menerapkan praktik budidaya berkelanjutan.
Dalam pembukaan pelatihan, SEVP Operation I PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan, menekankan pentingnya inovasi dan pengetahuan terkini dalam budidaya kelapa sawit.
“Sebagai perusahaan penelitian, PT RPN melalui PPKS berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit. Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik,” tegasnya.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Salurkan Bantuan Sembako untuk Veteran, Purnakarya, dan Masyarakat di H0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Regional 8 Makassar Sukses Gelar Rangkaian Kegiatan HUT 0
- Kolaborasi Entitas Holding Perkebunan Nusantara Warnai Peringatan HUT ke-80 RI0
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Pacu Strategi Kinerja, Targetkan ROA 10 Persen p0
- PTPN I Rilis Website Baru, Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik0
Program pelatihan terdiri dari dua skema utama. Pertama, Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 65 peserta, dengan materi mencakup regulasi dan kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam berkualitas, persiapan lahan optimal, teknik penanaman efektif, pemeliharaan tanaman berkelanjutan, hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang meliputi hama, penyakit, dan gulma.
Kedua, Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang diikuti 31 peserta, dengan materi dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan serta sensus tanaman, pembuatan poligon dan peta kebun, pengolahan data, analisis hasil pengukuran, hingga penyajian dan pencetakan peta. Program ini dirancang dengan pendekatan praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan lapangan.
Dr. Tjahjono menambahkan, “Melalui materi-materi tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan di lapangan, serta menerapkan kemampuan pemetaan dalam pengelolaan kebun secara efektif dan akurat.”
Program ini sekaligus mempertegas posisi strategis PT RPN, tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai pionir dalam pengembangan kapasitas petani Indonesia. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak petani di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing industri sawit nasional.






