- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Intesifkan Produktivitas Melalui Peremajaan Sawit Berkelanjutan

Pekanbaru - Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus
memperkuat komitmennya dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit melalui
program peremajaan berkelanjutan. Pada tahun 2025, seluas 1.597,82 hektare tanaman sawit
muda PTPN IV Regional III dengan wilayah operasional di Bumi Lancang Kuning,
Riau, dinyatakan siap panen.
Region Head PTPN IV Regional
III, Ahmad Gusmar Harahap, mengatakan sawit muda tersebut merupakan hasil
program peremajaan yang berlangsung pada 2023 lalu. "Alhamdulillah, dengan
kurun waktu 30 bulan atau 2,5 tahun sudah panen," ujarnya, dalam
keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin (21/7/2025).
Selain panen cepat, ia juga
mengatakan tanaman bernama latin Elaeis
guineensis Jacq tersebut juga mampu menghasilkan produktivitas tandan buah
segar (TBS) di atas standar nasional mencapai 7 ton per hektare per tahun.
Baca Lainnya :
- Jaga Harmonisasi dan Sinergi, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Silaturahmi dengan Wadah Pensiuna0
- PT KPBN Berpartisipasi dalam The 3rd TPOMI 20250
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kebangkitan Wisata Agro Melalui Festival Sound Vibes 20250
- DPR RI Nilai PTPN Group Sukses Bangun Fondasi Sawit Masa Depan Melalui Transformasi Digital0
- Komitmen Budaya Sehat dan Kolaboratif, Karyawan Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Meriahkan RB0
Tanaman sawit muda yang telah
memasuki panen itu di antaranya berlokasi di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam
dengan total luas mencapai 615,74 hektare. Panen perdana di areal tersebut
dihadiri langsung oleh Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, pada awal Juli
2025 kemarin. Kemudian, Kebun Sei Pagar tepatnya di Afdeling 3 dan 4 yang
kegiatan panen perdana dilangsungkan oleh Region Head pada awal pekan ini.
Selanjutnya, Kebun Lubuk
Dalam tepatnya di Afdeling 4 dan 6 dengan total luas 579,39 hektare serta Kebun
Sei Siasam Afdeling 1 dan 2 dengan luas 301,64 hektare akan segera panen dalam
beberapa waktu mendatang.
Gusmar menuturkan, sebagai
langkah menjaga kebersinambungan operasional, PTPN IV Regional III turut
melakukan peremajaan sawit renta dan konversi dengan total luas mencapai
2.396,45 hektare.
Ia merincikan program
peremajaan pada 2025 ini berlangsung di Kebun Lubuk Dalam dengan total luas
mencapai 503,85 hektare, Terantam 649 hektare, dan Sei Berlian seluas 300
hektare. Selanjutnya, entitas juga ditarget melakukan konversi seluas 943
hektare di Kebun Air Molek I.
“Program peremajaan ini harus
menjadi momen bagi kita semua untuk juga meremajakan semangat kita. Memperbarui
cara kerja kita, pola kita, sebagai bagian dari semangat perbaikan yang kita
usung tiga tahun terakhir ini,” tutur Gusmar.
Untuk diketahui, PTPN IV
Regional III saat ini menjadi pilot project mencapai produktivitas crude palm
oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare. Produktivitas CPO merupakan indikator
untuk mengukur kemampuan produksi setiap hektare perkebunan sawit dalam
menghasilkan minyak sawit dalam kurun waktu satu tahun. Secara nasional, produktivitas CPO ton
perhektare berkisar di angka 3-4 ton. Sementara, PTPN IV Regional III mencapai
5,06 ton perhektare dan menuju target 7 ton perhektare.
Dengan komitmen akan
penerapan kultur teknis terbaik, manajemen panen yang efisien, minimalisir
losses, pengelolaan kebun sesuai standar sertifikasi nasional, dan
internasional secara terterintegrasi, lanjut Gusmar, menjadi kunci meningkatkan
produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan.






