- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Regional 2 Kembangkan 600 Ha Kebun Kopi di Kawasan Gunun

BANDUNG
BARAT — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I
Regional 2 terus memperkuat komitmennya terhadap program hilirisasi perkebunan
nasional sebagaimana menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo
Subianto. Unit usaha yang beroperasi di wilayah Bandung Barat ini tengah
menyiapkan konversi lahan seluas 600 hektare di Kebun Montoya, kawasan Gunung
Halu dan Rongga, untuk dijadikan perkebunan kopi berkualitas tinggi.
Langkah strategis tersebut disampaikan oleh Manajer
Kebun Montoya, Ahmad Budi Santoso, yang menegaskan bahwa proses kajian dan
persetujuan telah diselesaikan oleh manajemen regional.
“Keputusan ini diambil setelah kami melakukan kajian
mendalam tentang potensi dan prospek komoditas. Proposal kami telah disetujui
oleh regional office, dan ini
menjadi tindak lanjut dari kebijakan Presiden melalui Kementerian Pertanian
mengenai hilirisasi komoditas perkebunan. Tahun depan kami mulai dengan 50
hektare, dan secara bertahap hingga 2027 akan mencapai 600 hektare,” ujar Ahmad
Budi Santoso, Rabu (22/10/2025).
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Sawit Berkelanjutan, Koperasi Makarti Jaya Raih Sertifikasi RSPO0
- Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui PTPN I Mantapkan Kampoeng Kopi Banaran sebagai Destina0
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Salurkan Rp3 Miliar TJSL di Indragiri Hulu0
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung UMKM Naik Kelas Lewat PalmCo Regional III0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Ekspansi Teh Walini PTPN I ke Pasar Timur Tengah0
Ia menjelaskan bahwa pemilihan komoditas kopi
didasarkan pada nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar global yang
stabil. “Kopi merupakan komoditas dengan nilai jual yang kuat dan daya saing
internasional. Konversi ini sekaligus menjadi langkah pemulihan areal kebun
sebagai pondasi untuk memperkuat kinerja bisnis PTPN I,” lanjutnya.
Menurut Ahmad, PTPN I Regional 2 berkomitmen untuk
mendukung hilirisasi kopi secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Setelah kebun kopi mulai berproduksi, perusahaan berencana mendirikan pabrik
pengolahan kopi di bekas pabrik teh CTC di Rongga. “Ini akan menjadi game changer bagi rantai nilai kopi
di PTPN I Regional 2 dan memastikan produk kami memiliki nilai tambah yang
maksimal,” tegasnya.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas,
membenarkan rencana tersebut dan menegaskan bahwa hilirisasi menjadi fokus
utama dalam arah kebijakan perusahaan. Ia menyebut bahwa PTPN I, sebagai
Subholding Supporting Company
di bawah Holding Perkebunan PTPN III (Persero), mendukung penuh agenda
hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia.
“PTPN I sepenuhnya mendukung program hilirisasi yang
diinisiasi Pemerintah, terutama melalui kolaborasi dengan Kementerian
Pertanian. Kami melihat ini bukan hanya peluang bisnis, tetapi misi nasional
untuk memperkuat struktur ekonomi dari hulu ke hilir,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah
satu pilar transformasi ekonomi yang memiliki manfaat luas, mulai dari
penciptaan nilai tambah komoditas, penyerapan tenaga kerja di sektor
perkebunan, hingga pengentasan kemiskinan di pedesaan. “Program ini tidak hanya
tentang peningkatan efisiensi industri, tetapi juga tentang menggerakkan
ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan,” katanya.
Lebih lanjut, Teddy menyebut bahwa PTPN I telah
menyiapkan investasi strategis untuk mempercepat hilirisasi di berbagai
komoditas unggulan seperti karet, kopi, kakao, kelapa, dan tembakau. “Regulasi
yang kini lebih progresif membuka ruang bagi kami untuk lebih kreatif. Dulu
kami hanya memproduksi barang setengah jadi, sekarang kami ditantang untuk
hilirisasi penuh. Kami sudah membuktikan dengan produk cerutu Golden Djawa di Jember, dan kini kami
memperluas fokus ke kelapa serta kopi,” jelasnya.
Menurut Teddy, langkah konversi lahan teh menjadi
kebun kopi di Montoya bukan hanya keputusan bisnis, tetapi juga bagian dari
transformasi berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian industri perkebunan
nasional. “Program hilirisasi ini ibarat sekali dayung dua-tiga pulau
terlampaui. Industri tumbuh, ekonomi daerah bergerak, tenaga kerja terserap,
dan kemiskinan berkurang. Inilah semangat PTPN sebagai agent of development dan agent
of change yang kami bawa sejak awal berdiri,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, PTPN I Regional 2 menegaskan perannya sebagai pionir hilirisasi komoditas strategis di sektor perkebunan, sekaligus mendukung visi besar Holding Perkebunan PTPN III (Persero) untuk menjadikan Indonesia bukan hanya produsen bahan mentah, tetapi juga pemain utama dalam industri pengolahan produk perkebunan bernilai tambah tinggi di tingkat global.






