- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Kisah Semangat Pulih Korban Banjir Terparah di Sei Batu Langkah
Pekanbaru - Sub Holding PTPN IV
PalmCo melalui PTPN IV Regional III yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi
Riau menyalurkan bantuan korban terdampak banjir di Kabupaten Rokan Hulu.
Bantuan dengan total mencapai
setengah ton paket sembako, yang terdiri dari beras, gula, makanan cepat saji,
telur, minyak goreng, dan lainnya disalurkan langsung kepada korban terdampak
banjir di Sei Batu Langkah, Kabupaten Rokan Hulu.
Baca Lainnya :
- Ekspedisi, Momentum Penyelarasan Pasca Konsolidasi PTPN IV PalmCo0
- Kontribusi PT RPN pada Program Relawan Bakti BUMN Batch VII: Kuatkan Potensi Lingkungan dan Ekonomi 0
- Merajut Silaturahmi Menguatkan Sinergi di Bulan Suci0
- Bantu Korban Banjir Pekanbaru, PTPN IV Regional III Salurkan 4 Ton Sembako hingga Al-Qur\'an0
- Bersama Membangun Mempawah: PTPN I Regional 8 Turut Berpartisipasi dalam Relawan Bakti BUMN0
Senior Executive Vice President
Business Support PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso dalam keterangan
tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (4/3/2025) mengatakan banjir yang melanda
komplek perumahan Afdeling I Kebun Sei Batu Langkah ini tercatat yang terparah
selama 20 tahun terakhir.
Namun, meskipun banjir setinggi
nyaris tiga meter dan menyebabkan kerusakan beragam perabotan, peralatan
elektronik hingga kendaraan roda dua maupun roda empat tersebut, para korban
terdampak tampak tidak larut dalam duka.
"Tadi saya ngobrol dengan
ibu-ibu di sini. Mereka tampak tenang dan optimis meskipun dilanda banjir
hampir tiga meter. Mereka bergotong-royong membersihkan rumah dan komplek
bersama-sama, dan alhamdulillah kondisinya telah normal kembali saat ini,"
kata Bambang.
Pantauan di lokasi, tampak bekas
ketinggian banjir yang berdampak terhadap 192 jiwa tersebut masih terlihat
jelas di dinding perumahan hingga hampir mencapai atap. Alhasil, peralatan
rumah tangga seperti tempat tidur, kursi, lemari dan lainnya basah dan hingga
kini masih dijemur di depan rumah.
Tidak hanya peralatan rumah tangga,
sejumlah perlatan elektronik seperti kulkas, televisi, komputer, kipas angin
juga dipastikan rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
Uniknya, mayoritas peralatan
elektronik dengan daya besar seperti kulkas dan pendingin udara merupakan
peralat elektronik baru, mengingat komplek perumahan terse baru saja terpasang
listrik dari PLN dua bulan terakhir.
Tak hanya itu,sejumlah kendaraan
bermotor termasuk roda 4 turut terlihat teronggok dan mengalami kerusakan usai
terbenam banjir yang berlangsung selama dua hari tiga malam sejak 27 Februari
sampai 1 Maret kemarin.
"Yang terlihat di sini adalah
jiwa korsa karyawan PTPN dalam menghadapi ujian. Mereka tidak larut dalam
kesedihan, namun fokus untuk berbenah dan pulih kembali. Semangat ini yang
patut kita contoh bersama," tuturnya.
Boru nainggolan, salah seorang ibu
rumah tangga yang telah menempati komplek perumahan tersebut sejak 2004 silam
mengakui bahwa banjir yang terjadi di akhir Februari kemarin merupakan yang
terparah selama ia di sana.
"Kami sempat mengungsi di
masjid karena rumah kami tidak bisa di tempati. Meski begitu, kami semua tetap
tenag dan tidak larut dalam kesedihan, karena perusahaan begitu peduli terhadap
kita semua," ujar wanita paruh baya itu.
Intensitas hujan tinggi menyebabkan
lima daerah di Riau terdampak banjir. Selain Rokan Hulu, banjir juga terjadi di
Pekanbaru, Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), dan Pelalawan.
Kepala Badan Kepala Penanggulangan
Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau M Edy Afrizal
mengatakan banjir di sejumlah daerah selain disebabkan melubernya permukaan air
sungai, juga disebabkan pembukaan pintu air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga
Air (PLTA) Koto Panjang serta kiriman dari provinsi tetangga. Akibatnya banjir
pada sejumlah kecamatan di sekitar waduk dan aliran sungat semakin parah.
"Untuk Rohul selain akibat instensitas hujan tinggi, juga ditambah air kiriman dari Pasaman Sumatra Barat dan Padang Lawas Sumatra Utara (Sumut) yang secara geografis lebih tinggi. Sehingga menyebabkan melubernya air Sungai Rokan," kata dia






