- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Komitmen Keberlanjutan, Kebun Terantam PTPN IV Regional III Catat Produksi Optimal
Pekanbaru - Kebun Terantam PT
Perkebunan Nusantara IV Regional III terus memperkuat komitmennya dalam
menerapkan praktik berkelanjutan sesuai standar internasional sertifikasi
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Kebun dengan luas areal mencapai
5.500 hektare yang beroperasi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dan merupakan
salah satu bagian penting dalam mendukung operasional PTPN IV Regional III
tersebut menetapkan dan menerapkasan standar yang ketat dan pengelolaan yang
ramah lingkungan, perusahaan ini berhasil mencapai produksi optimal tanpa
mengabaikan aspek keberlanjutan.
Baca Lainnya :
- PT RPN bersama Holding PTPN dan PASPI Gelar Seminar Nasional: Bahas Masa Depan dan Peran Strategis K0
- Kunjungan Kerja Sama Ajinomoto Ke P3GI-PT RPN: Identifikasi Kombinasi Sistem Budidaya Terbaik0
- Bersama Membangun Mempawah: PTPN I Regional 8 Turut Berpartisipasi dalam Relawan Bakti BUMN0
- Komitmen Keberlanjutan Standar Internasional, PTPN IV Regional III 100 Persen RSPO0
- PTPN IV Regional III Kapalkan 10.000 Ton CPO Bersertifikasi RSPO SG Senilai USD9 Juta ke Eropa0
Manager Kebun Terantam Arizal
Gusnadi dalam keterangan tertulisnya di Kampar, Selasa (25/2) mengatakan
sepanjang awal tahun ini, Kebun Terantam telah memproduksi 18.733 ton tandan
buah segar (TBS).
"Sepanjang Februari ini,
realisasi produksi Kebun Terantam mencapai 8.647 ton dengan capaian 110,53
persen terhadap RKAP dan 124,34 persen terhadap YoY (Year on Year) 2024. Dan
sepanjang awal tahun ini, realisasi produksi Kebun Terantam mencapai 18.733 ton
dengan capaian 118,10 persen terhadap RKAP dan 106,84 persen terhadap YoY
2024," kata Arizal.
Tidak hanya dari sisi produksi, ia
turut menjelaskan bahwa realisasi berat tandan rata-rata (BTR) di Kebun
Terantam mencapai 14,47 kilogram per tandan. Angka tersebut berada di atas
estimasi sensus produksi sampai dengan 23 Februari 2025 sebesar 14,26 kilogram
pertandan atau mencapai 101,45 persen.
"Ini menandakan TBS yang
dikirim dan yang diterima pabrik kelapa sawit sesuai. Tidak ada pemangkasan di
jalan ataupun istilah "buah angin" di lapangan," tegasnya.
Fakta itu, lanjut Arizal, turut
mematahkan isu liar yang dihembuskan sekelompok kecil oknum media yang menuding
adanya aksi wanprestasi di Kebun Terantam. Terlebih lagi, Kebun Terantam
termasuk salah satu kebun yang telah mengantongi sertifikasi internasioal RSPO.
Menerapkan standar RSPO, kata dia,
adalah salah satu langkah strategis yang diambil perusahaan untuk memastikan
bahwa produk sawit yang dihasilkan memenuhi standar internasional dalam hal
keberlanjutan. Selain berkomitmen pada keberlanjutan, entitas ini juga telah
berhasil mencapai tingkat produksi yang optimal.
"Prinsip-prinsip keberlanjutan
kami terapkan dalam setiap tahap operasional, mulai dari perencanaan hingga
proses panen. Dan selam ini telah meraih hasil yang positif baik dalam hal
produksi maupun reputasi," ujarnya.
"Kami percaya bahwa keberlanjutan bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Dengan mempertahankan standar RSPO dan terus melakukan inovasi, kami tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi nasional yang lebih bertanggung jawab," demikian Arizal.






