- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
KOMITMEN TINGGI PTPN I DALAM MENJAGA KELESTARIAN ALAM WILAYAH AGROWISATA GUNUNG MAS

Bogor, 3 Maret 2025 - Peristiwa banjir
yang melanda kawasan Puncak Cisarua pada Minggu (2/3) telah menimbulkan dampak
yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Berbagai informasi dan
spekulasi pun bermunculan, termasuk dugaan adanya keterkaitan antara banjir
dengan alih fungsi lahan kebun teh yang dilakukan oleh PTPN I wilayah kerja Regional
2.
Banjir yang terjadi di Puncak Cisarua
bukan merupakan fenomena yang sederhana, melainkan hasil dari interaksi
berbagai faktor kompleks. Berbagai pihak telah menyampaikan analisis dan
pendapat, termasuk yang mengaitkan banjir dengan perubahan tata guna lahan.
Untuk memahami situasi secara menyeluruh, penting untuk meninjau kembali data
dan konteks serta fakta-fakta yang relevan.
Baca Lainnya :
- PPKS-PT RPN Terima Kunjungan IKOPIN University: Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Kelapa Kopyor0
- Eksplorasi Teknologi Pertanian: Mahasiswa Universitas Muria Kudus Kunjungi P3GI -PT RPN0
- Perkuat Ekspor, PPTK-PT RPN dan HKTI Jabar Siapkan Business Matching di Myanmar0
- Lindungi Aset Negara, PTPN I Regional 5 Tindak Tegas Oknum Penguasa Lahan Ilegal0
- PTPN I Regional 3 Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Petungkriyono0
Data meteorologi menunjukkan bahwa
wilayah Puncak Cisarua mengalami curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa
wktu terakhir. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan volume air yang
mengalir di wilayah tersebut ditambah dengan karakteristik topografi wilayah
Puncak Cisarua dengan lereng curam dan lembah sehingga mempercepat aliran air
serta meningkatkan risiko banjir yang tinggi.
Optimalisasi lahan Kebun Teh PTPN
tepatnya di Kawasan Unit Agrowisata Gunung Mas Kabupaten Bogor merujuk pada
upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas penggunaan lahan yang sudah ada
tanpa mengubah fungsi utamanya. Optimalisasi lahan ini dilakukan melalui proses
yang melibatkan studi kelayakan menyeluruh. Studi ini dilaksanakan oleh Pemerintah
Daerah sebagai pihak yang berwenang, dengan mempertimbangkan aspek sosial,
ekonomi, dan lingkungan. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa perubahan
penggunaan lahan dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN
I Regional 2, Dinnar mengungkapkan bahwa optimalisasi lahan yang dilakukan oleh
PTPN I tanpa mengubah fungsi utama lahan dan melalui proses resmi oleh
Pemerintah Daerah. Disisi lain terdapat juga fenomena alih fungsi lahan secara ilegal
yang terjadi di beberapa wilayah Regional 2, termasuk okupasi oleh oknum-oknum
tertentu dengan membuat bangunan dan villa liar serta mengubah fungsi lahan
menjadi tanaman sayuran.
“Optimalisasi lahan PTPN I dilakukan
tanpa mengubah fungsi utama lahan dan melalui proses resmi oleh Pemda.
Sedangkan, aktivitas ilegal yang terjadi di PTPN I Regional 2 ini dilakukan
tanpa izin dan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan maupun sosial. Sampai
dengan saat ini, PTPN I Regional 2 bersama Pemerintah Daerah, terus berupaya
mengatasi tantangan ini melalui koordinasi dan penegakan hukum, meskipun
kompleksitas masalah okupasi memerlukan penanganan yang sistematis dan
melibatkan banyak pihak” ungkap Dinnar.
Dalam setiap perubahan penggunaan
lahan, PTPN I Regional 2 senantiasa selalu mempertimbangkan langkah-langkah
mitigasi untuk mengurangi dampak lingkungan. Beberapa upaya yang telah
dilakukan antara lain penanaman kembali vegetasi di area-area tertentu untuk
menjaga keseimbangan ekosistem seperti yang sebelumnya seringkali dilakukan di
Kawasan Agrowisata Gunung Mas, pengelolaan daerah resapan air guna memastikan
air hujan dapat terserap dengan baik dan koordinasi dengan pemerintah daerah
serta pihak terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.
Kerjasama pemanfaatan lahan telah
melalui prosedur, tidak dilakukan secara mandiri oleh PTPN, melainkan melalui
koordinasi dan persetujuan dari Pemerintah Daerah serta melibatkan stakeholders
terkait. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan yang diambil telah melalui
pertimbangan yang matang dan melibatkan pihak-pihak yang berwenang dan berkompeten.
Dengan memahami konteks dan fakta-fakta
yang ada, diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh
mengenai isu ini. “PTPN senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan semua
pihak dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencari solusi terbaik
untuk mengatasi tantangan yang ada, termasuk masalah alih fungsi lahan ilegal
yang terjadi di luar kendali perusahaan” tutup Dinnar.
Dan baru-baru ini, wujud nyata program
pelestarian lingkungan, telah dilakukan oleh PTPN I yang berkolaborasi dengan
Kemeterian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melakukan aksi penanaman ribuan
pohonm di Kawasan Gunung mas tanggal 16 Januari 2025, dengan menanam sebanyak
2.500 pohon di Kawasan puncak Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri
Lingkungan Hidup, PJ Bupati Kabupaten Bogor, Direktur Utama PTPN I dan Direksi
PT Pertamina (Persero). Aksi tanam pohon ini diharapkan mampu meningkatkan daya
serap air hujan, mengurangi risiko Erosi tanah serta menciptakan ruang terbuka
hijau yang dapat meningkatkan udara di wilayah ini.
Di tempat terpisah, Sekretaris
Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menyampaikan hal yang senada bahwa PTPN I sejak
lama mematuhi regulasi pemanfaatan lahan serta mendukung pembangunan berkelanjutan
yang berbasis pelestarian alam dan keseimbangan aspek sosial ekonomi. Dan saat
ini, hal tersebut menjadi salah satu program Asta Cita Presiden RI Prabowo
Subianto.
“PTPN I sejauh ini selalu mematuhi
regulasi pemanfaatan lahan dan berkomitmen untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Setiap langkah yang diambil bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara
pembangunan dan pelestarian lingkungan. Serta saat ini, pelestarian alam
menjadi salah satu program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi
mandatori untuk diimplementasikan” tegasnya.






