- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Kontribusi PT RPN pada Event Commodity Outlook 2025: Memetakan Prospek, Tantangan, dan Strategi Komo
Gunung Mas, Kabupaten Bogor, 26-27 Februari 2025 - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sukses menggelar Commodity Outlook
2025, sebuah forum strategis yang bertujuan untuk memetakan prospek, tantangan,
serta strategi komoditas perkebunan dalam lanskap global. Acara ini dibuka oleh
Landi Rizaldi, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I, serta Misnawi,
SEVP Operation II PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) yang mewakili Direktur
PT RPN. Turut hadir Kepala Divisi HO PTPN I, Region Head, dan SEVP lingkup PTPN
I.
Dalam sambutannya,
Landi Rizaldi menegaskan bahwa Commodity
Outlook 2025 merupakan platform penting untuk menyusun strategi dalam
menghadapi dinamika dan tantangan industri perkebunan. "Melalui forum ini, kami dapat mengeksplorasi tren global dan
mengembangkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat daya saing komoditas
utama PTPN I," ujarnya.
Baca Lainnya :
- PERKUAT SISTEM DIGITALISASI: PT RPN GELAR PELATIHAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) DASAR 0
- Tingkatkan Efisiensi Produksi Gula Kristal Putih : P3GI-PT RPN Selenggarakan Pelatihan Intensif Kris0
- Aksi Tanam Pohon untuk Reforestasi Puncak Bogor, Langkah Nyata PTPN I Dukung Pelestarian Alam0
- Kontribusi PT RPN pada Program Relawan Bakti BUMN Batch VII: Kuatkan Potensi Lingkungan dan Ekonomi 0
- PTPN IV Regional III Siapkan 400 Kursi Gratis \'Mudik Bersama BUMN 2025\'0
Forum ini menyoroti
berbagai isu utama dalam industri perkebunan, di antaranya :
●
Prospek komoditas utama: kopi,
kakao, teh, dan karet.
●
Pemetaan tantangan komoditas di
berbagai wilayah operasional.
●
Identifikasi potensi riset yang
berdampak langsung pada kinerja perusahaan.
Pada
kesempatan ini, peneliti PT RPN turut dilibatkan sebagai narasumber yang secara
komprehensif akan
memaparkan mengenai kondisi pasar, peluang, serta
tantangan industri perkebunan saat ini dan di masa depan.
Komoditas Kopi
Komoditas Kopi tengah menghadapi
prospek pertumbuhan konsumsi dan permintaan di tengah tantangan produksi, Diany
Faila, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia-PT RPN, mengungkapkan
bahwa “Konsumsi
kopi global diprediksi terus meningkat, meskipun produksi masih menghadapi
fluktuasi akibat perubahan iklim dan faktor geopolitik”. Oleh karena itu, kopi
tetap menjadi komoditas yang menjanjikan dengan catatan penerapan Good
Agricultural Practices (GAP) dan mekanisasi untuk mengatasi kelangkaan tenaga
kerja.
Komoditas Kakao
Sholahuddin Akbar,
peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia – PT RPN, menyoroti
tantangan yang dihadapi industri kakao global, termasuk defisit stok dan
penurunan produksi di negara-negara produsen utama. “Faktor perubahan iklim,
rendahnya adopsi teknologi, serta regulasi perdagangan global seperti European
Union Deforestation Regulation (EUDR) menambah kompleksitas rantai pasok kakao.
Namun, peluang masih terbuka melalui penerapan Good Agricultural Practices
(GAP), penguatan industri pengolahan, serta diversifikasi produk berbasis
kakao,” jelasnya. Untuk mengoptimalkan potensi kakao dalam menghadapi tantangan saat ini, perlu diterapkan Good
Agricultural Practices (GAP) dan mekanisasi guna mengatasi kelangkaan
tenaga kerja serta penerapan GAP, penguatan industri pengolahan,
serta diversifikasi produk berbasis kakao.
Komoditas
Karet
Lina Fatayati,
peneliti dari Pusat Penelitian Karet-PT
RPN, memproyeksikan bahwa harga karet dalam jangka pendek hingga Desember
2025 diperkirakan mencapai USD 2,06 per kg, dengan potensi kenaikan hingga USD
3 per kg dalam lima tahun ke depan akibat defisit produksi. Untuk menghadapi peluang ini, ia menekankan pentingnya peningkatkan produktivitas dengan penggunaan klon unggul baru,
optimalisasi pemupukan, serta penyesuaian sistem penyadapan. Selain itu, pengendalian
penyakit seperti Pestalotiopsis dan
KAS, serta pemanfaatan alat ukur kadar karet kering (K3) yang lebih akurat juga menjadi langkah
strategis dalam meningkatkan produktivitas.
Komoditas Teh
Kralawisita, peneliti
dari Pusat Penelitian Teh dan Kina-PT
RPN, memprediksi industri teh global akan tumbuh 5% per
tahun berkat peningkatan konsumsi dan diversifikasi pasar. Namun, tantangan
seperti oversupply global, rendahnya
produktivitas, dan tingginya biaya produksi masih menjadi kendala dalam meningkatkan
daya saing industri teh.
Melalui Commodity Outlook 2025, PTPN I dan PT RPN berkomitmen untuk terus mengembangkan strategi yang inovatif dan berbasis riset guna menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di industri perkebunan global. Sinergi antara penelitian dan praktik bisnis menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing serta keberlanjutan komoditas perkebunan nasional






