- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Perkebunan, PTPN Group Siap Perkuat Swasembada Gula Nasional di Jawa

Keterangan Gambar : Mentan Amran Dorong Hilirisasi Perkebunan, PTPN Group Siap Perkuat Swasembada Gula Nasional di Jawa Timur
Surabaya, 23 Desember 2025 – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12). Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan
tersebut, Menteri Pertanian didampingi Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni
Angkat dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, serta
dihadiri jajaran Direksi PTPN Holding (Persero). Rapat koordinasi ini turut
dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Panglima Kodam V/Brawijaya,
Kapolda Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta Kepala Daerah kabupaten/kota
se-Jawa Timur.
Rapat koordinasi
bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan
BUMN perkebunan dalam percepatan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya
komoditas tebu guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan
nasional.
Baca Lainnya :
- Dorong Keberlanjutan Sawit Rakyat, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional V Kawal P0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV PalmCo Kerahkan Alat Berat Perbaiki Tanggul Jebol di La0
- Komitmen Hijau Holding Perkebunan Nusantara: PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam 0
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran Putra-Putri Riau dalam Transformasi PTPN IV Regional III0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Mulai Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Jawa di Lereng Ije0
Dalam arahannya,
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di
ambang pencapaian sejarah baru dalam swasembada pangan nasional. Ia
menyampaikan optimisme bahwa target swasembada dapat dicapai jauh lebih cepat
dari proyeksi awal.
“Jika tidak ada
aral melintang, minggu depan kita bisa menyatakan Indonesia swasembada. Ini
prestasi tercepat yang pernah kita raih. Dari yang semula diproyeksikan
membutuhkan waktu empat tahun, kini berpotensi tercapai hanya dalam waktu satu
tahun,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman.
Direktur
Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa percepatan swasembada
gula nasional dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada perluasan
lahan dan percepatan penanaman tebu, terutama di Jawa Timur sebagai basis utama
industri gula nasional.
“Percepatan ini
kita lakukan step by step melalui perluasan areal dan akselerasi tanam tebu.
Jawa Timur menjadi fokus utama karena mayoritas pabrik gula berada di wilayah
ini, sehingga menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional,” ujar Abdul
Roni Angkat.
Sementara itu,
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menegaskan kesiapan PT SGN
dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan sisi hulu dan hilir
industri gula.
“Kami menyiapkan
program revitalisasi dan peningkatan kapasitas pabrik gula yang saat ini
rata-rata masih di kisaran 70 persen. Untuk mendukung tambahan produksi tebu,
PT SGN menyiapkan investasi sekitar Rp. 800 miliar guna menghilangkan
bottleneck dan mengoptimalkan kinerja 24 pabrik gula,” kata Mahmudi.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan industri gula nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus menjadi fondasi menuju swasembada pangan dan gula nasional yang berkelanjutan.
Mengenai
PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) :
PT Sinergi Gula Nusantara
(SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT
Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri
komoditas gula. Perusahaan didirikan
pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan
hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian
perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula
PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung
pencapaian swasembada gula nasional.
Perusahaan
mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara yang tersebar dari Sumatera
Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan
transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan
budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat
serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas
Perusahaan.






