- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Produksi Pabrik Gula PT SGN Mencapai 200Ribu Ton Gula per Bulan Tahun 2024

YOGYAKARTA - Hingga pertengahan Juni ini PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang bergerak di komoditas gula, telah memproduksi sebanyak 90ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) dengan kualitas SNI. Hal ini disampaikan Mahmudi, Direktur Utama SGN, seusai memberikan paparan pada Focus Discussion Group (FGD) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Jumat (21/06) di Yogyakarta.
"Medio Juni ini 27 Pabrik Gula SGN sudah memulai giling tebu, satu telah selesai yakni PG Kwala Madu di Sumatera Utara. Tebu tergiling sebesar 1,6 juta ton dan gula produksi sebanyak 90ribu ton GKP dengan kualitas SNI", ungkap Mahmudi.
Dalam waktu dekat menyusul PG Meritjan dan PG Lestari di Jawa Timur, PG Takalar dan PG Camming di Sulawesi Selatan akan mulai giling. Pihaknya optimis target produksi tahun ini yakni sebesar 978ribu ton dapat diraih. Target produksi tahun 2024 ini lebih tinggi 30% dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 752 ribu ton. Pasalnya beberapa program inisiatif strategis telah diaplikasikan diantaranya operational excellent, klasterisasi, dan penguatan tebu rakyat.
Baca Lainnya :
- Monitoring Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas, Direktur Holding PTPN III (Persero) Kunjungi Keb0
- PWI Kalimantan Barat dan PTPN IV Regional V Bersinergi Majukan Daerah0
- PT Mitratani Dua Tujuh Adakan Khitan Massal Sebagai Program CSR Perusahaan0
- BUMN Sawit Indonesia-Malaysia Jajaki Kerjasama Pemanfaatan EBT Wujudkan Net Zero Carbon0
- Bupati Sanggau Dukung PTPN IV Perkuat Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan di Kali0
"Produksi kami perbulan mencapai 200ribu ton gula, optimis target tercapai. Komitmen SGN, menggiling tebu petani dan memenuhi kebutuhan gula masyarakat dengan menjaga efisiensi dan performa pabrik", terangnya kemudian.
Kinerja Giling PG dan Harga Gula Saat Ini Menguntungkan Petani
Terpisah Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Wilayah Kerja PG Rendeng Kudus Jawa Tengah H. Slamet Riyadi menyebut giling tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya sehingga berpengaruh positif pada tingkat kesejahteraan petani ditambah dengan membaiknya harga gula saat ini.
"Giling kali ini lebih baik dari sebelumnya, dan ini berpengaruh positif pada pendapatan kami petani tebu. Semoga ini menjadi momen kebangkitan petani tebu Jawa Tengah, terlebih harga gula saat ini menguntungkan", jelas Slamet.
Senada Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia
(DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso Jawa Timur Rolis Wikarsono menyebut giling
pabrik gula tahun ini menjadi lebih baik dibanding tahun 2023 lalu.
"Tahun ini lebih baik, semua tebu petani digiling ke PG Pradjekan", ujar Rolis.
Kondisi ini juga dirasakan oleh petani tebu di PG Ngadirejo Kediri Jawa Timur, membaiknya kinerja pabrik dan tingkat harga gula saat ini dianggap berpihak kepada petani tebu sehingga membuat naiknya animo petani tebu untuk meningkatkan produtivitas.
”Tahun ini Giling PG lebih
baik, kami berharap terus kinerja pabrik gula terus ditingkatkan agar potensi
tebu kami optimal, efeknya ke tingkat pendapatan kami, apalagi harga gula
sekarang menguntungkan. Ini akan membuat petani terus bersemangat untuk
meningkatkan produktivitas tebu,” kata Ismail Ketua KPTR Nusantara PG Ngadirejo






