- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
PTPN I Regional 7 Optimalisasi Aset Rancang KSO Pariwisata Teluk Nipah

KALIANDA---Aset
berupa pantai dengan latar belakang perbukitan menghadap ke Selat Sunda milik
PTPN I Regional 7 di Kalianda, Lampung Selatan yang merupakan anak usaha PTPN
III (Persero) ditawarkan kepada investor. Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu
Bangun mengatakan, pihaknya membuka diri kepada parapihak untuk bekerja sama
memanfaatkan aset itu untuk pariwisata.
Pernyataan itu disampaikan Tuhu saat menginspeksi lahan
Afdeling 5 Kebun Bergen itu, Sabtu (7/9/24). Tuhu mengatakan, Afdeling 5 yang
merupakan kebun karet seluas 820 hektare itu berbatasan dengan laut dengan
garis pantai sepanjang 3000 m (3 KM ), Lahan di sisi pantai yang menghadap ke
sisi Selat Sunda dan lauran bebas itu
konturnya berbukit dan membelimbing sehingga memiliki panorama dan view yang
indah dan menantang.
“Kami biasa menyebut Pantai Teluk Nipah dan Pantai Sudul.
Posisinya di kaki perbukitan dengan akses seperti jurang belimbing. Ini
perpaduan yang sangat menarik, terutama untuk adventure tourism atau wisata
adventure. Untuk sauna alam berjemur di pasir pantai, paralayang, lapangan
golf, resort, dan hotel serta perkempingan. Dalam rangka Program Optimalisasi Aset
Perusahaan dan peningkatan perekonomian masyarakat sekirar sehingga di pandang
penting melakukan pola kerjasama dengan membuka kesempatan investor untuk kerjasama,” kata Tuhu Bangun
di lokasi aset sambil menikmati desir angin laut dan suara debur ombak yang tak
putus di pasir pantai dan di atas bebukitan memandang laut jauh.
Baca Lainnya :
- PTPN I Regional 3 Turut Serta Acara Tea Walk dan Awarding PTPN Group 20240
- Konsistensi Transformasi PTPN IV Regional III Diganjar Tiga Penghargaan Kinerja Terbaik0
- PT RPN-PPKKI Berikan Apresiasi kepada Putra/Putri Karyawan PPKKI saat Peringatan HUT RI ke-790
- KPBN Ikuti Tea Walk dan Awarding PTPN Group 2024 di Agro Wisata Gunung Mas0
- Malam Puncak HUT RI, Ajang Apresiasi \"Pahlawan Produksi\" Karyawan PTPN IV Regional III0
Tuhu Bangun mengatakan, langkah ini sesuai dengan roadmap
strategi bisnis PTPN III Holding sebagai pemegang saham. Ia menambahkan,
pembentukan tiga Subholding di PTPN Group berdasarkan komoditas telah memberi
mandat kepada PTPN I sebagai Subholding Supporting Co yang kaya dengan Aset di
seluruh Indonesia dengan konsentrasi ke
rupa-rupa bisniss model sehingfa
memberikan ruang kepada Regional 7 untuk meluaskan bidang bisnis yang sesuai
peruntukan nya dan menjadi nilai tambah bagi Perusahaan.
“PTPN
I sebagai Subholding Supporting Co diberi mandat untuk mengembangkan bisnis non
komoditas, termasuk bidang hospitality. Pariwisata adalah salah satunya. Jadi,
kami sangat antuasias dan serius mengundang investasi untuk bekerja sama
mengembangkan kawasan Teluk Nipah ini,” kata dia.
Tentang
konsep kerjasamanya, Tuhu Bangun menyebut pihaknya sudah memiliki panduan
lengkap yang bisa segera dioperasionalkan. Yang pasti, kata dia, selain menjadi
bagian dari bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak, model pengelolaan aset
ini harus memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar seperti
pengembangan UMKM dan lain yang tentunya
ada income untuk pemerintah setempat, dan dalam rangka kemaslahatan
bangsa.
Secara
umum Tuhu menyebut kawasan pantai yang memiliki askes sekira 8 KM dekat dengan Tol Trans Sumatera itu sangat
potensial. Selain keindahan dan eksotisme pemandangan, secara geografis sangat
strategis karena tak jauh dari Jakarta, Bandar Lampung, dan dalam lintasan
wisata masyarakat Sumatera Selatan. Hal ini memiliki peluang ekonomi yang
sangat potensial.
Namun
demikian, Tuhu Bangun menyatakan tidak akan gegabah dalam menentukan dengan
siapa pihaknya akan bekerja sama.
Ia berkomitmen akan melakukan kajian mendalam
dan konprehensip tentang potensi,
proyeksi, dan tantangan dari setiap proposal bentuk bisniss yang diajukan. Kerjasama akan mencakup
berbagai aspek, mulai dari perencanaan, pembangunan, pengelolaan, hingga dampaknya
kepada lingkungan.
“Aset
yang luas biasa bagus ini memang potensi yang besar, tetapi dalam
pengelolaannya juga akan penuh tantangan. Jadi, kami harus pastikan calon investor itu benar-benar
memahami landasan dan filosofi kemanfaatan aset ini. Kami harus
mempertimbangkanya secara komprehensif sehingga kebijakannya mengadopsi prinsip
sustainable dan berwawasan ke depan,” kata dia.
Perencanaan yang komprehensif dan simultan, menurut Tuhu Bangun sangat penting karena di lokasi itu pihaknya memiliki lahan yang cukup luas untuk dikembangkan ke bidang lain.
“Perencanaan itu sangat
penting dan harus mempertimbangkan berbagai aspek. Lahan kami 820 hektare,
ada kebun karet, ada deposit batu, ada pantai, dan lainnya. Jadi, sangat
mungkin ke depan kami buka investasi untuk pengembangan jenis usaha lain.
Nantinya bisa jadi kawasan wisata terpadu dan menjadi destinasi wisata
nasional, bahkan dunia. Ini akan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru di
Lampung,” kata dia.






