- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
PTPN I Regional 8 Jajaki Peluang Pemanfaat Bio Massa di Sulawesi Selatan
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 8 kembali menunjukkan komitmennya dalam rencana optimalisasi aset dengan PT Istana Karya Nusantara (IKN). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan berlangsung pada Jumat, 20 Desember 2024, di Kantor PTPN I Regional 8 Makassar. Acara ini dihadiri oleh Region Head PTPN I Regional 8 beserta jajarannya dan Direktur PT IKN bersama timnya.
Kerja sama ini bertujuan untuk menjajaki pengembangan hutan energi di lahan PTPN I yang terletak di Kebun Cikoang (Takalar), Sidrap, dan Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan luas lahan yang besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk operasional perkebunan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah lahan sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan dan diversifikasi pemanfaatan lahan.
Lokasi Strategis Mendukung Distribusi dan
Logistik
Baca Lainnya :
- Menjaga Kesehatan, Menjaga Harapan Dedikasi PT Sri Pamela Medika Nusantara untuk Anda 0
- Kunjungan Menteri Perdagangan Republik Indonesia ke Industri Hilir Teh PTPN I Regional 2 Jawa Barat0
- PTPN I Regional 3 Gelar Doa Bersama Untuk Sukses Tahun 2025 dan Penandatanganan Komitmen Zero-Fraud0
- PTPN IV Regional 4 Salurkan Dana CSR Rp 261 Juta untuk Pembangunan Sosial dan Ekonomi Masyarakat0
- Setahun Tranformasi: PTPN I Regional 3 Lakukan Aksi Tanam Pohon Jabon, Pembagian Sembako dan Donor D0
Ketiga kebun ini
berada di lokasi yang strategis, dengan akses langsung ke jalur transportasi
utama. Kebun Cikoang, misalnya, dekat dengan pelabuhan di Makassar ataupun
Bantaeng, sementara kebun di Sidrap dan Soppeng terhubung dengan jaringan jalan
provinsi yang memadai. Lokasi-lokasi ini mendukung efisiensi logistik, baik
dalam pengangkutan bahan baku biomassa maupun produk akhir.
Biomassa dalam Bentuk Wood Chip: Bahan
Bakar Ramah Lingkungan
Tanaman kayu yang
dikembangkan untuk biomassa di kebun-kebun tersebut nantinya akan diproses
menjadi wood chip. Wood chip ini dirancang untuk menggantikan bahan
bakar fosil dalam berbagai aplikasi, termasuk pembangkit listrik tenaga
biomassa, bahan bakar boiler industri, dan kebutuhan energi lainnya. Dengan
bentuk wood chip, biomassa dapat lebih mudah diangkut, disimpan, dan digunakan,
sehingga mendukung efisiensi operasional.
“Proyek ini tidak
hanya berfokus pada produksi biomassa, tetapi juga pada pemanfaatan optimal
melalui teknologi pengolahan wood chip, yang menjadi bahan bakar alternatif
yang lebih ramah lingkungan,” jelas Direktur PT IKN dalam sambutannya.
Mendukung Transisi ke Energi Terbarukan
Pengembangan
biomassa menjadi wood chip merupakan hal yang penting, guna mendukung kebutuhan
energi terbarukan sekaligus tindakan nyata terhadap pengurangan ketergantungan
terhadap bahan bakar fosil yang terbatas.
Nota kesepahaman ini mencakup berbagai langkah strategis, mulai dari survei teknis lahan hingga penyusunan model bisnis yang mendukung pengembangan wood chip sebagai bahan bakar utama. Kedua pihak akan bekerja sama untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pengolahan hasil hutan energi secara efisien.
Rencana pengembangan hutan energi ini tidak hanya sejalan dengan upaya PTPN I Regional 8 dalam mendukung transisi energi menuju sumber energi terbarukan, tetapi juga selaras dengan tujuan strategis perusahaan untuk mengoptimalkan aset lahan yang dimiliki. Optimalisasi aset lahan merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan nilai tambah, baik dari sisi ekonomi maupun produktivitas aset, yang pada akhirnya menjadi sumber pendapatan perusahaan. Melalui kerja sama ini, PTPN I tidak hanya meningkatkan daya guna aset yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, mendorong inovasi, dan menciptakan peluang baru yang berdampak positif bagi semua pihak. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PTPN I untuk memaksimalkan potensi asetnya demi masa depan yang lebih berkelanjutan.






