- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
PTPN I, Subholding PTPN III (Persero) Punya Infrastruktur Paling Mapan untuk Klaster Produksi Daging

JAKARTA -- Aset PTPN I, Subholding
dari Holding Perkebunan Nusantara, memiliki posisi dan infrastruktur sangat
mapan dalam mendukung Program Pemerataan Produksi Daging dan Telur Nasional
dengan konsep Protein Mandiri yang dicanangkan Pemerintah Presiden Prabowo.
Keberadaan
unit kerja berupa komplek pabrik dan kebun yang sudah terbangun sesuai tata
ruang wilayah dinilai akan sangat menguntungkan untuk program ini. Sebab, aset
milik anak usaha PTPN III (Persero) ini mudah diakses, mobilitas lancar, dan
fasilitas tanggal klik.
Pernyataan
itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Senin
(24/11/25). Teddy mengatakan, Tim Survei dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan
Hewan (Ditjen PKH) sudah mulai melakukan peninjauan ke beberapa unit kerja PTPN
I yang berada di beberapa provinsi.
Baca Lainnya :
- PT RPN Gelar Outlook Perkebunan 2026: Antisipasi Tantangan Global dan Dorong Hilirisasi Komoditas0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional 4 Bangun Ruang Kelas Madrasah di Muaro Jambi0
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung PTPN IV Regional 4 dalam Pembinaan UMKM di JKI Medan 20250
- Virtue IV PTPN IV PalmCo: Spiritualitas dan Budaya Kerja Diperkuat di Bawah Holding Perkebunan Nusan0
- PTPN I di Bawah Holding Perkebunan Nusantara Perluas Pasar Domestik Melalui Jaringan Wisata Palawi R0
"Tim
survei dari Kementan sudah turun ke beberapa unit kerja kami di beberapa
provinsi. Jumat lalu (22--23/11/25) di Lampung dan Sumsel di Regional 7. Ada
beberapa kebun yang disurvei," kata Teddy Yunirman Danas.
Menurut
Teddy, pilihan kepada unit-unit kerja PTPN I untuk lokasi klaster produksi
daging dan telur nasional sudah sangat tepat. Ia menjelaskan, unit kerja PTPN I
secara umum berada di lokasi yang sangat strategis untuk suatu industri
berbasis lingkungan, tetapi jangkauannya mudah dan relatif dekat dengan
pusat-pusat kota. Lebih dari itu, areal kebun PTPN I relatif luas dan terpisah
dari permukiman masyarakat umum.
"Posisi
kebun kami sudah pasti dalam kategori sesuai RTRW (rencana tata ruang wilayah),
tetapi relatif tidak jauh dari kota dan aksesnya relatif mudah. Itu karena
kebanyakan unit kerja kami kan sudah berdiri sejak lama, bahkan yang merupakan
hasil nasionalisasi eks. Belanda, sekarang jadi sangat dekat dengan kota.
Kelebihannya, lahan kami cukup luas dan terpisah dari permukiman," kata
Teddy.
Integrasi Usaha
Dengan
proposal program Pemerataan Produksi Daging dan Telur Nasional, Teddy Yunirman
Danas menyebut sinergi ini akan membentuk ekosisten perkebunan dan peternakan
dalam satu klaster dan terintegrasi. Basis industri perkebunan dengan
peternakan, kata dia, adalah hubungan yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan.
"Perpaduan
industri perkebunan dan peternakan adalah simbiosis mutualisme, saling
menguntungkan dan saling membutuhkan. Perkebunan atau tanaman membutuhkan pupuk
yang bisa diproduksi dari kohe (kotoran hewan), sedangkan ternak membutuhkan
lingkungan yang tenang, nyaman, dan harus tidak mengganggu lingkungan. Jadi,
sinergi untuk integrasi ini sudah sangat pas," kata dia.
Dengan
proposal ini, Teddy Yunirman Danas menegaskan komitmen perusahaan untuk
mendukung program hilirisasi peternakan. PTPN I siap memanfaatkan sebagian aset
lahan perkebunan untuk klaster peternakan terintegrasi sebagai wujud
diversifikasi bisnis dan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan
nasional.
Di
PTPN I Regional 7, Tim Survei Ditjen PKH melakukan peninjauan indikatif ke
beberapa kebun. Yakni, di Kebun Kedaton dan Kebun Bergen (Lampung Selatan) dan
Kebun Cinta Manis di Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Program Protein Mandiri
Langkah
strategis pemerintah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan produksi daging
dan telur di luar Pulau Jawa, karena saat ini 63 persen dari total produksi
telur dan daging ayam nasional masih terpusat di Pulau Jawa. Kementan
menyiapkan pengembangan klaster produksi di 10 provinsi, meliputi Sumatera,
Kalimantan, Nusa Tenggara, dan beberapa provinsi lain.
Selain
pengembangan klaster, Kementan juga memperkuat hilirisasi ayam terintegrasi
melalui pembangunan 323 fasilitas industri ayam (meliputi pembesaran,
pemotongan, hingga penyimpanan dingin). Dukungan ini dilengkapi dengan
penggunaan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk memacu integrasi dan modernisasi
sektor unggas.
Upaya
besar ini diarahkan untuk mewujudkan konsep "Setiap Pulau Mandiri
Protein", memastikan pasokan protein hewani di berbagai wilayah dapat
dipenuhi dari daerah masing-masing, sehingga ketahanan pangan dan keseimbangan
ekonomi dapat terwujud.
Keterangan Lebih Lanjut:
Holding Perkebunan Nusantara
PT Perkebunan Nusantara III
(Persero)
Telp: +6221 29183300
Ponsel: +6281370835057
email : sekretariat@holding-perkebunan.com






