- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Ragam Khas Suku Baduy dalam Menjaga Harmonisasi Budaya Leluhur

Keterangan Gambar : Suasana Suku Baduy
Suku Baduy adalah komunitas adat yang tinggal di wilayah pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Banten, Indonesia. Mereka dikenal dengan kehidupan yang sangat tradisional dan menjaga jarak dari pengaruh modernisasi. Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Suku Baduy memiliki sistem kepercayaan dan adat yang sangat kuat, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari mereka, termasuk cara berpakaian, pertanian, dan upacara adat.
Baca Lainnya :
- Integrasikan Sistem Manajemen, PTPN I Sosialisasi IMS di Regional 70
- Kunjungan Silaturahmi PT Bank Mandiri (Persero) ke Wilayah Kerja PTPN IV Regional 5 0
- Pelaksanaan Qurban PT Sri Pamela Medika Nusantara Rayakan Idul Adhan 1445 H dengan Semangat Kebersam0
- Berbagi di Hari Raya Idul Adha, PT KPBN Salurkan Hewan Qurban sebagai Bagian dari Program CSR di Dum0
- Pra Replanting, PTPN IV Regional V Lakukan Baremah Kearifan Lokal Suku Dayak Kalimantan Membersihkan0
Suku Baduy Dalam adalah mereka yang hidup dengan sangat sederhana dan menolak segala bentuk teknologi modern. Mereka tidak menggunakan listrik, kendaraan bermotor, dan barang-barang modern lainnya. Baduy Dalam sangat memegang teguh adat dan tradisi leluhur mereka.
Sedangkan Baduy Luar adalah mereka lebih terbuka terhadap pengaruh luar dibandingkan dengan Baduy Dalam, meskipun masih menjaga banyak tradisi dan budaya asli. Mereka sedikit lebih fleksibel dalam menerima barang-barang modern.
Suku Baduy memiliki berbagai cara unik dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur mereka. Termasuk menolak adanya perkembangan teknologi. Khususnya Suku Baduy Dalam sangat ketat dalam menolak penggunaan teknologi modern. Mereka tidak menggunakan listrik, kendaraan bermotor, atau alat-alat elektronik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian budaya dan kehidupan sederhana mereka. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Sunda dengan dialek khas Baduy dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa ini diwariskan dari generasi ke generasi tanpa pengaruh bahasa modern.
Selain itu, adanya larangan terhadap wisatawan. Khususnya Baduy Dalam yang memiliki aturan ketat mengenai kunjungan wisatawan. Hanya beberapa bagian tertentu yang boleh dikunjungi oleh orang luar, dan mereka harus mengikuti aturan adat yang berlaku.
Ragam khas Suku Baduy dalam menjaga harmonisasi budaya leluhur terlihat dengan rutin melakukan Upacara Adat. Berbagai upacara adat yang rutin dilakukan, seperti upacara Seba Baduy, yang merupakan ritual tahunan di mana mereka berjalan kaki ke kota untuk menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah sebagai simbol ketaatan dan kesetiaan.
Dalam hal arsitektur, pembangunan rumah-rumah yang ada di Suku Baduy pun dibangun dengan bahan alami seperti bambu dan atap dari ijuk atau daun kelapa. Bentuk dan tata letak rumah juga mengikuti aturan adat yang diwariskan dari leluhur sehingga menjadi khas Suku Baduy hingga saat ini. Adanya larangan dalam menebang pohon juga adalah aturan ketat di hutan mereka. Hutan dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan dan spiritualitas mereka, sehingga hanya boleh ditebang dengan izin khusus dan untuk keperluan mendesak.Dengan berbagai cara tersebut, Suku Baduy berhasil mempertahankan warisan budaya mereka di tengah modernisasi yang terus berkembang di sekitar mereka.






