- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Region Head PTPN IV Regional VI KSO Bersama Danrem Lilawangsa Menempuh Perjalanan Extrem Ziarah Maka
Aceh Utara - Region Head PTPN IV Regional VI KSO Syahriadi Siregar didampingi Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum Sarjani dan rombongan bersama Komandan Korem (Danrem) 011 / Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imram, Dandim 0103 / Aceh Utara Letkol Makhyar, beserta tim napak tilas menempuh perjalanan ekstrem untuk bisa sampai ke Makam Pahlawan Nasional, di Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (02/07/2024).
Region Head PTPN IV Regional VI KSO Syahriadi Siregar menyebutkan, Makam pahlawan nasional Cut Meutia salah satu monumen sejarah perjuangan Indonesia, Cut Meutia adalah satu-satunya pahlawan nasional yang jasadnya tidak ditemukan oleh para penjajah pada masa itu, meskipun sudah berulang kali dicari sekutunya, sebab, jasadnya tersamar ditutupi rayap di lokasi makam, namun, ternyata cut meutia ditembak oleh penjajah di sekitar tiga ratus meter dari makam.
Kondisi makam pahlawan nasional Cut Meutia yang berada di kawasan pelosok hutan Aceh Utara sangat perihatin, kondisi makam Pahlawan nasional itu tampak tak terurus bahkan sampai kini akses untuk dilalui peziarah menuju ke makam belum ada jalan yang dikatakan layak, ucap Syahriadi.
Baca Lainnya :
- PT RPN Didukung BPDPKS dan Ditjenbun Latih Pekebun dari Labura0
- Tradisi Nggantingi: Selamatan Petik Kopi Tahun 2024 di Kebun Jollong PTPN I Regional 30
- PTPN IV Reg 7 KSO Latih Petani Sawit Eks Plasma0
- PTPN Group & Produsen Ban Bergandengan Tangan Untuk Kelestarian 0
- PTPN I Regional 4 Kebun Tembakau Gelar Panen Perdana0
“Sebenarnya ini sangat memprihatinkan, sebab, tak ada akses jalan yang bagus, tadi saya dan rombongan menggunakan motor trail dinas, namun hanya sampai pertengahan aja, sebab tidak bisa dilalui kendaraan, sudah kita coba menggunakan mobil offroad, namun juga tidak mampu hanya lima puluh meter tembus kesusahan, hanya mengandalkan berjalan kaki agar bisa sampai ke lokasi, karena keberadaan makam berada ditengah hutan," tegasnya.
Sebenarnya banyak yang ingin berziarah apabila ada akses jalan yang memadai, dan ini bisa dijadikan wisata sejarah untuk mengingat perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan hingga rela menaruh jiwa dan raganya bertempur melawan penjajah, namun selain tidak ada akses jalan, kondisi makamnya juga kurang terus, hanya alakadarnya oleh seorang kerabat dikenal sebagai penjaga atau juru kunci bernama Muda Wali, jelasnya.
“Hari ini saya bersama Komandan Korem (Danrem) 011 / Lilawangsa bersama tim datang ke sini untuk meninjau langsung bagaimana akses jalan hingga kondisi makam, Insya Allah Mudah-mudahan kedepan pihak PTPN melalui dana CSR bersama TNI akan berupaya berpartisipasi untuk perbaikan makam," sebut Syahriadi Siregar.
Region Head PTPN IV Regional VI KSO beserta rombongan
juga melaksanakan Doa bersama di Makam Cut Meutia yang dipimpin oleh Kapten
Inf. Zulkhaizir.






