- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Regional 8 Menjadi Tuan Rumah Dalam Sosialisasi Proyek Strategis Nasional Dalam Lingkup PTPN Group

Regional8;Makassar
– Regional 8 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 8
menjadi tuan rumah dalam Sosialisasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional
(PSN) pada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group yang dilaksanakan di Hotel The
Rinra, (22/04/2024).
Sosialisasi
ini dihadiri sejumlah Kepala Daerah baik dari Sulawesi, Maluku dan Ambon,
Papua, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Direktur
Manajemen Risiko PTPN III, M. Arifin Firdaus; Dirut PTPN I, Teddy Yudirman
Danas hadir secara langsung dalam sosialisasi. Tampak hadir pula Penjabat (PJ)
Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Zudan Arif Fakrulloh dan Plh Direktur Jenderal
Bina Keuangan Daerah Horas Maurits.
Baca Lainnya :
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
- Kalahkan Federer, Djokovic Juara Wimbledon0
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey0
- Alasan Taman Bunga Ditutup Bikin Geleng Kepala0
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia0
Dalam sambutannya,
Direktur Manajemen Risiko PTPN III, M. Arifin Firdaus, menyampaikan bahwa
sosialisasi ini merupakan lanjutan dari sosialisasi yang telah dilakukan di
Sumatera bagian selatan dan utara, serta Jawa Barat dan Tengah.
“Untuk
wilayah Sulawesi mencakup Maluku dan Papua, mohon dukungannya,” kata Arifin
Firdaus
Selanjutnya, Teddy
mengatakan Kemendagri menegaskan bahwa PTPN yang kini masuk dalam PSN juga akan
menerima relaksasi pajak.
“Jadi
menyosialisasikan pelaksanaan PSN berdasarkan undang undang, peraturan
pelasana, dan peraturan presiden, kepada pemerintah daerah di lingkup PTPN I,”
ujarnya.
“Bahwa kini
PTPN sudah menjadi PSN danakan menerima relaksasi pajak. Kami harap tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan Banguna (BPHTB) bisa nol persen, yang selama ini berkisar 3 persen,”
paparnya.
Selain itu,
dijelaskan Teddy, juga disosialisasikan bahwa PTPN grup telah melakukan aksi
korporasi yang juga merupakan PSN, dengan membentuk Sub Holding PTPN IV PalmCo
dan PTPN I SupportingCo pada 1 Desember 2023 lalu, menyusul pendirian sub
Holding SugarCo di tahun 2021.
Kemudian Prof
Zudan dalam sambutanya mengatakan Pemprov Sulsel menyambut baik digelarnya
sosialisasi ini, mengingat PTPN merupakan bagian yang penting bagi perekonomian
Sulawesi Selatan.
“Kita dukung
penuh apa yang dibutuhkan PTPN sebagai pengelola sawit dan tebu. Saat ini
pertumbuhan ekonomi Sulsel sudah mencapai 4,51 persen di. tahun 2023. Ini juga
sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel,” paparnya.
Adapun
sinergi yang terjalin antara PTPN I Regional 8 dengan Pemerintah Provinsi
Sulsel dalam komoditas sawit dan tebu telah bermitra dengan petani tebu dan
petani sawit. Program Peremajaan Sawit Rakyat di Provinsi Sulsel telah
terlaksana sejak tahun 2018.
Pengembangan
sawit di Sulsel dalam bentuk kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat dengan sumber
pendanaan dari BPDPKS dilakukan di dua kabupaten, yaitu Luwu Timur dan Luwu
Utara.
Berdasarkan
data laporan monitoring progres Peremajaan Sawit Rakyat Provinsi Sulsel, di
Kabupaten Luwu Timur tercatat total luas lahan 3.769,29 Ha dan total luas tanam
3.295,89 Ha. Sementara di Kabupaten Luwu Utara tercatat total luas lahan
4.109,93 Ha dan total luas tanam 3.870,44 Ha.
Menurut
statistik Data Tetap 2022, tanaman sawit tersebar pada 12 kabupaten di Sulawesi
Selatan dengan total luas tanam 34.677 Ha, yang terdiri dari tanaman belum
menghasilkan (13.809 Ha), tanaman menghasilkan (24.646 Ha), dan tanaman
rusak/tidak menghasilkan seluas 1.732 Ha. Dari kondisi ini diperoleh produksi
sejumlah 101.073 ton dengan rata-rata 4.101 kg/ha.
Kemitraan
PTPN I Regional 8 dengan petani tebu juga telah terjalin dengan baik.
Berdasarkan data tetap Statistik 2022, komoditas tebu dibudidayakan pada 5
kabupaten di Sulsel, dengan total luas areal 3.212 Ha, total luas panen 2.037
Ha, dengan produktivitas 1.816 kg/ha. Terkait pengembangan tebu, di wilayah
Sulsel, khususnya Kabupaten Gowa, Takalar, dan Bone, terdapat alokasi bantuan
pupuk untuk lahan seluas 350 Ha yang anggarannya bersumber dari APBN.
Sosialisasi Proyek Strategis Nasional ini
diharapkan dapat membantu aparat pemerintah daerah, BPN, dan jajaran PTPN dalam
mengimplementasikan peraturan perundang-undangan terkait PSN sehingga pemahaman
yang lebih mendalam tentang pelaksanaan PSN, mulai dari landasan hukum,
administrasi pengelolaan, hak dan kewajiban, hingga implementasi di lapangan.






