- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Sinergi Manajemen dan SPBUN, Holding Perkebunan Nusantara Kawal Implementasi PKB 2026–2027

Keterangan Gambar : Sinergi Manajemen dan SPBUN, Holding Perkebunan Nusantara Kawal Implementasi PKB 2026–2027
Pontianak — Holding Perkebunan Nusantara
melalui entitasnya, yakni PTPN IV, bersama Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN)
PTPN IV, melaksanakan sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PTPN IV
periode 2026–2027. Kegiatan secara daring ini dipusatkan di Aula Utama Region
Office PTPN IV Regional V, Jalan Sultan Abdurachman, Pontianak, pada Rabu
(11/2/2026).
PKB
tersebut merupakan hasil perundingan antara Manajemen PTPN IV dan SPBUN PTPN IV
yang telah disahkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada
Kamis (8/1/2026) di Kantor Pusat PTPN IV, Agro Plaza Lantai 18, Jakarta
Selatan. Dokumen ini menjadi landasan strategis dalam membangun hubungan
industrial yang harmonis di lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari ekosistem
Holding Perkebunan Nusantara.
Ketua
Umum SPBUN PTPN IV, M. Iskandar, menyampaikan bahwa PKB periode 2026–2027
merupakan PKB perdana PTPN IV sebagai wujud komitmen bersama antara manajemen
dan serikat pekerja dalam membangun hubungan industrial yang adil, harmonis,
dan saling menghargai.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 Siapkan Restorasi 14.000 Hektare Pascabencana0
- Dua Pekan Pascabencana, Holding Perkebunan Nusantara Masih Aktif Layani Penyintas Pasirlangu0
- Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat, PTPN IV PalmCo, Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara Sal0
- PTPN IV Regional VII Sumbang Dua Pemanen Terbaik, Holding Perkebunan Nusantara Dorong SDM Unggul0
- PTPN IV Regional V, Entitas Usaha Holding Perkebunan Nusantara Ikuti Lomba Peringatan Bulan K3 Tahun0
Ia
menuturkan bahwa pada PKB sebelumnya di Regional I hingga Regional V masih
terdapat sejumlah disparitas. Namun, dalam PKB perdana PTPN IV ini, semangat
integrasi dan penyatuan sistem pascatransformasi perusahaan telah diwujudkan.
Berbagai perbedaan yang selama ini ada telah diselaraskan secara menyeluruh,
sehingga tidak lagi terdapat disparitas dalam batang tubuh PKB. Dokumen
tersebut memuat 18 bab dan 77 pasal sebagai landasan utama hubungan kerja,
serta diperkuat dengan 56 halaman lampiran yang menjadi satu kesatuan utuh dan
tidak terpisahkan dari PKB, sebagai pedoman implementasi di seluruh regional.
Beberapa
ketentuan yang belum dapat diseragamkan tetap diakomodasi dalam lampiran PKB.
Ke depan, SPBUN berharap peningkatan kinerja seluruh regional dapat mendorong
penyempurnaan kebijakan, sejalan dengan motto perusahaan, “Perusahaan Sehat,
Karyawan Sejahtera.”
Menurutnya,
sosialisasi PKB bukan sekadar kebutuhan bersama, tetapi juga merupakan amanat
peraturan perundang-undangan agar isi PKB diketahui dan dipahami oleh seluruh
pihak yang terikat di dalamnya.
Direktur
SDM & TI PTPN IV, Suhendri, yang mengikuti kegiatan secara daring, secara
resmi membuka sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa
proses penyusunan PKB melalui tahapan perundingan yang berlangsung intens dan
konstruktif. Pengurus SPBUN, termasuk dari Regional V, dinilai aktif dan solid
dalam menyampaikan berbagai usulan yang merepresentasikan aspirasi anggota.
Ia
menegaskan bahwa PKB yang dihasilkan merupakan bentuk terbaik dari proses
dialog yang terbuka, penuh dinamika, serta dilandasi semangat musyawarah dan
kesepakatan bersama antara manajemen dan serikat pekerja.
“PKB
ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang telah melalui proses dialog yang
panjang dan matang, sehingga implementasinya harus kita jaga bersama.
Sosialisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak terjadi perbedaan
penafsiran di lapangan. Dengan pemahaman yang selaras, kita dapat membangun
hubungan industrial yang semakin sehat, produktif, serta saling menguatkan demi
kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.
Kegiatan
sosialisasi ini dihadiri oleh Suhendri selaku Direktur SDM & TI PTPN IV
(daring), Tuti Indriani selaku Kepala Divisi Operasional SDM PTPN IV, M.
Iskandar selaku Ketua Umum SPBUN PTPN IV (daring), Gallif Faizal Rida selaku
Sekretaris Jenderal SPBUN PTPN IV, Asmanuddin Sinaga selaku Ketua SPBUN
Regional III, M. Afrizal perwakilan SPBUN Regional I, Deni Candra Iskandar
selaku Ketua SPBUN Regional II, Arief Kurniawan selaku Ketua SPBUN Regional IV,
seluruh Asisten Personalia Kebun (APK) unit Kebun dan PKS, serta para Ketua
Basis SPBUN PTPN IV Regional V.
Sosialisasi
berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Tim sosialisasi memaparkan materi
secara sistematis dengan menjelaskan pasal demi pasal beserta lampiran secara
rinci. Diskusi berjalan interaktif, ditandai dengan keaktifan para Ketua SPBUN
unit dalam mengajukan pertanyaan dan meminta penegasan atas sejumlah pasal guna
menghindari perbedaan penafsiran dalam implementasi di lapangan.
Ketua
SPBUN PTPN IV Regional V, Yulius Jahin, pada akhir kegiatan menyampaikan
apresiasi kepada jajaran manajemen serta seluruh pengurus SPBUN unit yang
hadir, baik secara daring maupun luring.
“Saya
menyampaikan terima kasih kepada Direksi PTPN IV, manajemen PTPN IV Regional V,
serta seluruh pengurus SPBUN unit yang telah hadir. Partisipasi aktif semua
pihak menunjukkan komitmen bersama dalam membangun pemahaman yang utuh terhadap
isi PKB ini. Memang masih terdapat beberapa hal yang belum sepenuhnya
terakomodasi dalam PKB perdana ini. Namun kami optimistis, seiring dengan
peningkatan kinerja perusahaan ke depan, khususnya di Regional V, berbagai
ketentuan tersebut dapat disempurnakan pada periode berikutnya,” ujarnya.
Ia
berharap seluruh pekerja memahami hak dan kewajiban masing-masing sesuai
ketentuan PKB serta bersama-sama menjaga suasana kerja yang kondusif,
produktif, dan saling menghargai.
PKB
periode 2026–2027 menjadi pedoman strategis dalam membangun hubungan industrial
yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan antara manajemen dan pekerja di
lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara.
Sosialisasi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menciptakan
hubungan kerja yang produktif dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian
kinerja perusahaan secara optimal.






