- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Update Persaingan Elektabilitas Terbaru Calon Wali Kota Makassar

Keterangan Gambar : Update Persaingan Elektabilitas Terbaru Calon Wali Kota Makassar
Persaingan bakal calon Wali Kota Makassar jelang pemilihan kepala daerah makin ketat. Para bakal calon berusaha keras mendapatkan partai menjelang pendaftaran paslon di KPU pada akhir Agustus 2024. Menurut survei terbaru dari Script Survei Indonesia (SSI) dirilis pada Rabu, 26 Juni 2024, Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), masih memiliki elektabilitas tertinggi. Di posisi kedua ditempati istri Wali Kota Makassar Danny Pomanto, yakni Indira Yusuf Ismail. Appi mendominasi dengan elektabilitas mencapai 25,20 persen. Sedangkan Indira mengikuti di posisi kedua dengan 17,20 persen, terpaut 8 persen. Posisi ketiga ditempati Ketua NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu. Anggota DPRD Sulsel itu berada di angka 12,80 persen. Menariknya di urutan keempat ditempati Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina. Ia mencatatkan elektabilitas 8 persen. Rahman Pina menggeser posisi jagoan Partai Nasdem, Rusdin Abdullah. Padahal pada survei sebelumnya, Rusdin Abdullah selalu berada urutan tiga besar. Adapun di posisi selanjutnya ada Irwan Adnan 4,40 persen. Kemudian, nama mantan Kadis Pendidikan Makassar Rahman Bando 4,00 persen. Putra mahkota Waketum DPP Golkar Nurdin Halid, yakni Nurhaldin NH 3,20 persen. Selanjutnya dr Fadli Ananda 2,80 persen. Menantu Danny Pomanto, yakni dr Udhin Malik 2,40 persen. Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid 2,40 persen, Wakil Ketua Gerindra Sulsel Najmuddin 2,00 persen. Eks Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa 1,20 persen. Terakhir, politisi PKS Sri Rahmi 0,40 persen. Pemilih belum memutuskan pilihan (Undecided Voters) 9,60 persen.
Direktur SSI, Yuhardin, menjelaskan bahwa survei dilakukan dengan mengambil sampel dari 15 kecamatan di Kota Makassar. "Dengan melibatkan 410 responden yang merupakan pemilih berusia di atas 17 tahun," katanya. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dilaksanakan pada akhir Mei 2024.
"Untuk survei kita lakukan pada tanggal 20- 27 Mei 2024," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Integrasikan Sistem Manajemen, PTPN I Sosialisasi IMS di Regional 70
- Kunjungan Silaturahmi PT Bank Mandiri (Persero) ke Wilayah Kerja PTPN IV Regional 5 0
- Pelaksanaan Qurban PT Sri Pamela Medika Nusantara Rayakan Idul Adhan 1445 H dengan Semangat Kebersam0
- PT Sri Pamela Medika Nusantara Menguatkan Komitmen Anti Penyuapan Melalui Program Sosialisasi SMAP0
- Hebohnya Jemaah Haji Embarkasi Makassar saat tiba di Bandara0
SSI dikenal dengan kredibilitasnya dalam pemenangan dan pemetaan politik. Sebelumnya sukses memprediksi kemenangan Prof Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel 2018 dan beberapa kepala daerah lainnya dalam Pilkada sebelumnya. Lembaga ini merupakan anggota dari PERSEPI bersama dengan 61 lembaga survei lainnya seperti LSI, Poltracking, Indikator Politik Indonesia, dan lain-lain.
Tahapan Pemilu
Berikut Jadwal Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024:
- 27 Februari-16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;
- 24 April-31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;
- 5 Mei-19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;
- 31 Mei-23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;
- 24-26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;
- 27-29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;
- 27 Agustus-21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;
- 22 September 2024: Penetapan pasangan calon;
- 25 September-23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;
- 27 November 2024: pelaksanaan Pemungutan suara;
- 27 November-16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
- Debat akan ada di tahapan 25 September-23 November 2024: Pelaksanaan kampanye. (*)






