- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

Keterangan Gambar : Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026
Pekanbaru
- Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso bersama Operation Head
Sori Ritonga dan Business Support Head Achmedi Akbar langsung mengawali masa
kepemimpinannya dengan memperkuat konsolidasi internal guna mengoptimalkan
kinerja produksi pada tahun 2026. Langkah tersebut ditandai melalui rapat
perdana bersama seluruh jajaran manajemen yang digelar di Region Office PTPN IV
Regional III, Pekanbaru, Belum lama ini.
Rapat
yang diikuti seluruh Kepala Bagian, Group Manager, Manager kebun dan pabrik
kelapa sawit (PKS) di lingkungan PTPN IV Regional III itu dipimpin langsung
oleh Bambang Budi Santoso dan didampingi Operation Head Sori Ritonga serta
Business Support Head Achmedi Akbar.
Baca Lainnya :
- PTPN IV Regional VI Salurkan Bantuan TJSL, Wujud Komitmen Sosial Holding Perkebunan Nusantara0
- PT Industri Karet Nusantara Resmikan IKN Store, Perkuat Ekosistem Hilirisasi di Bawah Holding Perkeb0
- Petenis Belia PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Juara Umum TDP Series Sumatra0
- Holding PTPN III Perluas Dampak Sosial, PalmCo Salurkan Lebih Rp65 Miliar TJSL di 94 Kabupaten/Kota0
- PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Tr0
Konsolidasi
ini menjadi momentum penting bagi Bambang yang baru saja dilantik sebagai
Region Head PTPN IV Regional III usai serah terima jabatan pada hari yang sama.
Ia menggantikan Ahmad Gusmar Harahap yang resmi memasuki masa purnatugas
setelah menuntaskan pengabdian di entitas tersebut selama setahun penuh.
Dalam
rapat tersebut, Bambang mengatakan bahwa kinerja moncer selama 2025 menjadi
baseline yang jelas untuk menentukan performa di tahun mendatang. Dia juga
mengatakan bahwa kekuatan PTPN IV Regional III adalah pada validitas data,
tracking database, sehingga inisiatif penting seperti penguatan pemanfaatan
statistik untuk perencanaan dan produksi bisa dioptimalkan.
"Insya
Allah, kita jadikan realisasi 2025 menjadi target baseline minimal 2026.
Kondisi saat ini, PTPN IV Regional III memiliki data yang kuat dan valid,
bahkan ketelusuran hingga lima tahun terakhir. Seperti kemarin Pak Jatmiko
(Dirut PTPN IV PalmCo) mengapresiasi PBB (perhitungan bunga buah) kita. Itulah
keunggulan PTPN IV Regional III," kata dia.
"Kita
di sini memiliki budaya kerja yang
positif serta kolaboratif, dan juga hubungan industrial juga alhamdulillah
sangat baik. Tugas kita ke depan adalah memastikan setiap keputusan produksi
berbasis data, presisi, dan berkelanjutan,” lanjut Bambang dalam arahannya.
Dalam
rapat tersebut, manajemen memetakan akar persoalan yang memengaruhi produksi,
mulai dari kondisi tanah serta optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai sumber
nutrisi organik tanaman.
Menjawab
tantangan itu, PTPN IV Regional III menetapkan tiga strategi utama produksi
2026. Pertama adalah transformasi pengelolaan bahan organik melalui
pengembangan Pembenah Tanah Cair (Liquid Soil Amendment).
Uji
coba menunjukkan pembenah tanah cair
mampu menyediakan unsur hara serta meningkatkan aktivitas biologi tanah. Dengan
aplikasi yang lebih mudah dan luas, program ini diharapkan dapat memperbaiki
kesehatan tanah secara bertahap, meningkatkan efisiensi serapan hara, serta
menekan ketergantungan pupuk kimia yang selama ini menjadi beban biaya
produksi.
Strategi
kedua yang menjadi sorotan utama dalam rapat adalah penguatan formula statistik
kebun berbasis analitik data dan machine learning. Strategi ini dinilai sebagai
kunci peningkatan akurasi produksi pada 2026.
Selama
ini, penyusunan proyeksi produksi dan rekomendasi pemupukan masih bersifat umum
dan dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan deviasi antara
rencana dan realisasi produksi. Melalui formula statistik, forecasting akan
dilakukan hingga tingkat blok.
“Dengan
model statistik, kita bisa membaca potensi produksi per blok secara objektif.
Ini bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan produksi dan
pemupukan yang presisi,” jelas Operation Head Sori Ritonga.
Melalui
pendekatan yang diusung Bagian Tanaman di bawah komando Daniel Triandio ini,
rekomendasi pupuk tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan
kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis,
dan karakteristik lahan. Dengan demikian, efisiensi biaya dan peningkatan
produksi dapat berjalan seiring.
Implementasi
formula statistik pada 2026 akan diawali dengan Training of Trainer,
pembersihan data (data cleansing), serta penyusunan forecasting produksi dari
tingkat afdeling hingga regional. Hasil analisis ini juga akan menjadi fondasi
penyusunan RKAP 2027 yang lebih akurat.
Strategi
ketiga adalah pembangunan database dan penyusunan RKAP berbasis afdeling.
Seluruh Asisten Afdeling akan menginventarisasi data detail setiap blok kebun,
mulai dari tahun tanam, kondisi tanaman, aset, hingga catatan gangguan hama dan
penyakit.
Database
ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat perencanaan bottom-up, sekaligus
memastikan bahwa setiap target produksi memiliki dasar data yang jelas dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Selain
tiga strategi utama tersebut, Regional III juga melanjutkan penguatan program
agro-ekologi seperti Hatch and Carry serta penanaman beneficial plant sebagai
upaya menjaga keseimbangan ekosistem kebun dan mendukung produktivitas jangka
panjang.
Pada
2025, pelepasliaran Elaeidobius kamerunicus tercatat mencapai 146,95 persen
dari rencana, sementara penanaman beneficial plant masih perlu ditingkatkan. Adapun
dari sisi investasi, Regional III menyiapkan 491.431 batang bibit untuk
mendukung program tanaman ulang dan tanaman konversi. Pada 2026, rencana Tanam
ulang mencapai 2.927,59 hektare di delapan kebun, serta TK seluas 509 hektare
di Kebun Air Molek I.
Business
Support Head Achmedi Akbar menekankan pentingnya percepatan perizinan,
ketepatan tender, serta pengawasan ketat agar program TU/TK berjalan sesuai
target. Evaluasi progres akan dilakukan secara rutin, baik mingguan maupun dua
mingguan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Melalui konsolidasi
menyeluruh ini, Bambang Budi Santoso menegaskan komitmennya untuk membawa PTPN
IV Regional III, sebagai bagian dari Holding
Perkebunan Nusantara menuju transformasi pertanian presisi yang berkelanjutan.
Ia optimistis, dengan fondasi kinerja 2025 dan strategi yang lebih tajam,
Regional III mampu meningkatkan daya saing pada 2026 dan tahun-tahun
berikutnya.






