- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Di Tengah Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo Tetap Jalankan Program Pencegahan Stu

Keterangan Gambar : Di Tengah Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo Tetap Jalankan Program Pencegahan Stunting
Jakarta - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding
PTPN IV PalmCo tetap menjalankan program pencegahan stunting saat bencana
hidrologi dan banjir melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera. Penyaluran
intervensi gizi serta pendampingan keluarga berisiko stunting terus dilakukan
bersamaan dengan penanganan dampak bencana, sebagai bagian dari konsistensi perusahaan
dalam mendukung agenda nasional penurunan stunting.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa,
mengatakan bahwa keberlanjutan program pencegahan stunting menjadi prinsip yang
dijaga perusahaan, termasuk dalam kondisi krisis. Menurutnya, situasi bencana
justru memperbesar risiko gangguan pemenuhan gizi anak dan ibu, sehingga
program pendampingan tidak boleh terhenti.
“Ketika bencana terjadi, kelompok yang paling rentan
adalah anak-anak dan keluarga. Karena itu, sejak awal kami memutuskan bahwa
program pencegahan stunting harus tetap berjalan, seiring dengan penanganan
dampak banjir,” ujar Jatmiko.
Baca Lainnya :
- Dorong Lingkungan Kerja Aman, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional III Perkuat Buda0
- Dorong Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PT KPBN Resmi Luncurkan Dashboard DESY0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Sinergi SDM, PTPN IV PalmCo Resmikan PKB 2026–20270
- Perkuat Hubungan Industrial di Holding Perkebunan Nusantara, PT RPN Kukuhkan Pengurus SPBUN Baru0
- Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Terapkan Standar Internasional Keamanan In0
Ia menjelaskan, hingga sepanjang 2024 dan 2025,
PalmCo telah menyalurkan dukungan pencegahan stunting dengan total nilai
mencapai Rp7,95 miliar. Dukungan tersebut diwujudkan melalui intervensi gizi,
bantuan sosial, penyediaan sarana sanitasi dan air bersih, penguatan fasilitas
kesehatan, edukasi kesehatan keluarga, serta pendampingan berkelanjutan melalui
Program Bapak Asuh Stunting.
“Program ini kami jalankan secara bertahap dan
terukur. Pada 2024, PalmCo menyalurkan bantuan senilai Rp4,88 miliar, kemudian
dilanjutkan pada 2025 dengan nilai Rp3,07 miliar hingga November. Intervensi
gizi menyasar ribuan anak, sementara bantuan pendukung lainnya diarahkan kepada
keluarga berisiko stunting agar dampaknya lebih menyeluruh,” kata Jatmiko.
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar upaya
pencegahan stunting tidak bersifat sesaat, melainkan memberi perubahan nyata
bagi keluarga penerima manfaat. Ia menekankan bahwa keberlanjutan menjadi kunci
utama keberhasilan program.
“Pencegahan stunting bukan pekerjaan jangka pendek.
Dampaknya tidak bisa dilihat dalam hitungan bulan, tetapi sangat menentukan
kualitas sumber daya manusia ke depan. Karena itu, kami memandang ini sebagai
investasi sosial jangka panjang yang harus dijaga konsistensinya,” ujarnya.
Jatmiko juga menyebutkan bahwa PalmCo berupaya
menyelaraskan seluruh program pencegahan stunting dengan kebijakan pemerintah,
khususnya melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
“Melalui Program GENTING, peran dunia usaha menjadi
lebih terarah. Kami tidak berjalan sendiri, tetapi berada dalam satu kerangka
besar bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan
lainnya,” kata Jatmiko.
Atas konsistensi tersebut, pemerintah memberikan
apresiasi kepada PTPN IV PalmCo sebagai mitra BUMN dalam Program GENTING.
PalmCo dianugerahi Predikat Gold pada ajang GENTING Collaboration Summit 2025
yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
melalui BKKBN di Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, pada Rabu, 10 Desember 2025.
Menutup pernyataannya, Jatmiko menegaskan bahwa
penghargaan tersebut menjadi pengingat agar PalmCo terus menjaga komitmen
sosialnya. “Bagi kami, apresiasi ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi pengingat
bahwa konsistensi dan keberlanjutan adalah hal yang paling penting. PalmCo akan
terus menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dalam pencegahan stunting,
termasuk ketika masyarakat menghadapi situasi sulit seperti bencana,” ujar
Jatmiko.
GENTING Collaboration Summit 2025 digelar sebagai
bentuk penghargaan kepada para mitra kerja pentahelix yang selama satu tahun
terakhir berperan sebagai Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting di
berbagai daerah. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting
dalam percepatan penurunan stunting secara nasional.
Pemerintah sendiri menegaskan pentingnya konsistensi
dan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting. Menteri Kependudukan
dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyebut bahwa penurunan
stunting membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. “Penurunan stunting
tidak dapat instan. Dibutuhkan kerja bersama tanpa henti,” ujar Wihaji.
Ia menekankan bahwa setiap Keluarga Risiko Stunting
harus terus mendapatkan pendampingan dan intervensi yang tepat, serta dukungan
dari berbagai pihak. Menurut Wihaji, Program GENTING menjadi ruang kolaborasi
yang memungkinkan keterlibatan aktif pemerintah, dunia usaha, BUMN, akademisi,
lembaga masyarakat, dan media. “Upaya
ini tidak bisa dilakukan sendirian. Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan
agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berdaya,” katanya.






