- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Dominan Diserap Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Tetap Sasar 100 Pe

Keterangan Gambar : Dominan Diserap Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Tetap Sasar 100 Persen RSPO dan ISPO
JAKARTA — Di tengah fokus pemerintah
memperkuat ketahanan pasokan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk
kebutuhan dalam negeri, PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero),
memastikan produknya tetap memenuhi standar keberlanjutan global. Hampir seluruh produksi CPO perusahaan ini diserap
pasar domestik, namun sertifikasi internasional dan nasional tetap dikejar
hingga mendekati 100 persen.
Data operasional perusahaan hingga 2025 menunjukkan tren kepatuhan yang
meningkat, baik untuk standar sukarela global Roundtable on Sustainable Palm
Oil (RSPO) maupun standar mandatori nasional Indonesian Sustainable Palm Oil
(ISPO).
Untuk sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebanyak 67
dari total 71 Pabrik Kelapa Sawit (94,36 persen) telah tersertifikasi. Di
sektor hulu, 124 dari 149 kebun (83,22 persen) juga telah mengantongi
sertifikat serupa.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare0
- Aspekpir Apresiasi Pola Single Management PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara0
- KPBN Dukung Strategi Digital Holding Perkebunan Nusantara melalui FGD TI 20260
- Holding Perkebunan Nusantara Buka Mudik Gratis 2026, PalmCo Siapkan 1.000 Kursi di Sumatera dan Kali0
- Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, Transformasi PalmCo Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pangan d0
Capaian terhadap standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bahkan
sedikit lebih tinggi. Sebanyak 68 dari 71 pabrik (95,77 persen) dan 136 dari
149 kebun (91,27 persen) dinyatakan memenuhi standar keberlanjutan nasional
tersebut.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, fokus
perusahaan saat ini memang memastikan keandalan pasokan CPO di pasar domestik.
Namun, menurut dia, walau data 2025 menunjukkan sebanyak 2,7 juta ton CPO atau
99 persen dari total CPO perusahaan diserap oleh Produsen dalam negeri,
komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan tata kelola yang baik tidak bisa
ditawar.
“Meski produk kami ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri, kualitas
operasional dan komitmen keberlanjutan tetap harus berada di standar tertinggi
global. Sertifikasi ini bukan semata label, melainkan cerminan tata kelola dan
transparansi,” ujarnya.
Kejar Keterlacakan Rantai Pasok
Selain sertifikasi, perusahaan juga memperkuat aspek keterlacakan
(traceability) rantai pasok dan uji tuntas (due diligence). Sepanjang 2025,
sejumlah pabrik menjadi percontohan penerapan sistem pelacakan bahan baku
secara terintegrasi dari kebun hingga pabrik.
Beberapa unit yang telah melalui proses verifikasi antara lain PKS
Rambutan, PKS Sei Mangkei, PKS Bah Jambi, dan PKS Pulu Raja. Pada unit-unit
ini, asal-usul tandan buah segar (TBS) dapat ditelusuri secara presisi, baik
dari kebun inti maupun plasma.
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo
menjelaskan, integrasi data kebun dan pabrik menjadi kunci transparansi
tersebut. “Kami menelusuri proses dari hulu. Sistem kami sudah mampu melacak
sumber TBS secara akurat. Ini bagian dari tanggung jawab perusahaan, terlepas
dari pasar tujuan produk,” katanya.
Langkah ini sekaligus menjawab tuntutan pasar global terhadap jaminan
operasional bebas deforestasi, meski secara komersial sebagian besar CPO
perusahaan beredar di dalam negeri.
Menuju 100 Persen Sertifikasi
Manajemen menetapkan target ambisius: pada 2030 seluruh kebun dan pabrik
harus tersertifikasi penuh RSPO dan ISPO. Roadmap dan tenggat waktu telah
disusun untuk menutup celah sertifikasi pada unit yang tersisa.
Di tengah dinamika industri sawit nasional yang kerap menghadapi sorotan
isu lingkungan, strategi PTPN IV PalmCo memperlihatkan upaya menjaga
keseimbangan antara mandat penyediaan pasokan domestik dan pemenuhan standar
keberlanjutan baik nasional maupun global.
Bagi perusahaan, sertifikasi bukan sekadar prasyarat ekspor. Ia menjadi
fondasi tata kelola, sekaligus penegasan bahwa produk yang beredar di pasar
domestik pun diproduksi dengan standar yang sama ketatnya dengan produk yang
masuk rantai pasok internasional.
Dengan capaian yang telah mendekati 100 persen, tantangan berikutnya adalah memastikan konsistensi implementasi di lapangan. Sebab, di industri sawit, kredibilitas tak hanya ditentukan oleh angka sertifikasi, tetapi juga oleh praktik yang berkelanjutan dari kebun hingga ke tangan konsumen.






