- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare pada Awal 2026
Pontianak
– Mengawali tahun 2026, PTPN IV Regional V
melaksanakan mutasi tanaman kelapa sawit dari Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM)-3 menjadi Tanaman Menghasilkan (TM)-1 seluas 1.119 hektare. Langkah ini
merupakan bagian dari strategi penguatan fondasi produksi sekaligus indikator
keberhasilan pengelolaan agronomis pada fase tanaman belum menghasilkan hingga
memasuki fase produktif.
PTPN
IV Regional V merupakan bagian dari entitas usaha di bawah Holding Perkebunan
Nusantara PTPN III (Persero) yang terus mendorong pengelolaan perkebunan
berbasis standar teknis dan tata kelola berkelanjutan.
Areal
yang dimutasi tersebar di sejumlah unit kebun Regional V dengan rincian sebagai
berikut: Kebun Gunung Meliau 50 hektare, Kebun Gunung Emas 36 hektare, Kebun
Rimba Belian 20 hektare, Kebun Kembayan 124 hektare, Kebun Tabara 546 hektare,
Kebun Tajati 20 hektare, Kebun Longkali 207 hektare, dan Kebun Danau Salak 116
hektare.
Baca Lainnya :
- Aspekpir Apresiasi Pola Single Management PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara0
- KPBN Dukung Strategi Digital Holding Perkebunan Nusantara melalui FGD TI 20260
- Holding Perkebunan Nusantara Buka Mudik Gratis 2026, PalmCo Siapkan 1.000 Kursi di Sumatera dan Kali0
- Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, Transformasi PalmCo Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pangan d0
- Sinergi Manajemen dan SPBUN, Holding Perkebunan Nusantara Kawal Implementasi PKB 2026–20270
Mutasi
TBM-3 ke TM-1 menandakan tanaman telah memenuhi standar agronomis untuk
memasuki fase menghasilkan dan siap berkontribusi terhadap peningkatan volume
produksi perusahaan. Capaian ini mencerminkan konsistensi penerapan standar
teknis budidaya, efektivitas pemeliharaan, serta disiplin pengawasan
operasional berkelanjutan di seluruh unit kerja.
Kepala
Bagian Tanaman PTPN IV Regional V, Harry Sutriadi, menyampaikan bahwa pada
tahun 2026 realisasi mutasi menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 43% dari
total areal TBM seluas 2.602 hektare di Regional V telah memenuhi kriteria
teknis untuk ditetapkan sebagai TM-1.
“Capaian
ini merefleksikan efektivitas pengelolaan fase TBM melalui penerapan standar
kultur teknis, ketepatan program pemeliharaan, serta konsistensi pengendalian
pertumbuhan vegetatif menuju fase generatif produktif secara terukur,” ujarnya.
Penetapan
status TM-1 dilakukan melalui evaluasi indikator agronomis dan operasional
kebun, meliputi populasi pokok dalam satu blok telah berbuah minimal 60%, berat
rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) > 3 kg per tandan, Angka Kerapatan Panen
(AKP) minimal 1:5, kondisi tajuk dan perkembangan generatif normal, standar
pemeliharaan TBM terpenuhi (pemupukan, pengendalian gulma, hama, dan penyakit),
serta kesiapan infrastruktur panen (akses blok, penataan ancak, dan rotasi
panen awal).
Pemenuhan
indikator tersebut menandakan tanaman telah memasuki fase generatif aktif
dengan potensi produksi stabil sehingga areal dapat diklasifikasikan sebagai
TM-1 dan dikelola dalam sistem operasional panen reguler.
Operation
Head I PTPN IV Regional V, Ihsan, menegaskan bahwa mutasi TBM-3 ke TM-1 tidak
semata-mata bersifat teknis agronomis, tetapi juga bagian dari strategi jangka
panjang perusahaan.
“Mutasi
seluas 1.119 hektare pada awal tahun ini mencerminkan kesiapan fondasi produksi
Regional V dalam menopang target kinerja perusahaan ke depan. Keberhasilan ini
merupakan hasil sinergi perencanaan tanam, pemeliharaan berbasis standar, serta
pengendalian operasional yang disiplin. Fase TM-1 menjadi momentum penting
untuk mendorong pertumbuhan produksi berkelanjutan dengan tetap memperhatikan
prinsip efisiensi dan tata kelola perkebunan yang baik,” ujarnya.
Keberhasilan
tersebut sekaligus menjadi indikator efektivitas program peremajaan dan
pengembangan areal yang dijalankan perusahaan dalam menjaga kesinambungan usaha
perkebunan jangka panjang.






