- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Dukung Agenda Keberlanjutan Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Regional 2 Tanam Ribuan Pohon dalam

BOGOR —
Memperingati Hari Sumpah Pemuda, PTPN I Regional 2, entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, melaksanakan
aksi penanaman pohon dan konsolidasi bersama 33 mitra Kerja Sama Operasional
(KSO) di kawasan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini mencakup pembagian dan penanaman sebanyak 11 ribu bibit pohon
berbagai jenis di sejumlah titik penanaman serta lingkungan sekitar.
Kegiatan dimulai dengan
penanaman bibit secara serentak oleh jajaran PTPN I Regional 2, mitra KSO,
serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jawa
Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan
dengan pencabutan papan penutupan sementara pada delapan wahana wisata mitra
KSO yang sebelumnya dikenai sanksi administrasi dan kini telah memenuhi seluruh
persyaratan pemulihan lingkungan.
“Hari ini bertepatan
dengan Hari Sumpah Pemuda, kami melaksanakan penanaman pohon bersama para mitra
KSO dan instansi terkait. Ini adalah momentum untuk meneguhkan komitmen
terhadap regulasi, sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya
kelestarian lingkungan,” ujar Desmanto,
Region Head PTPN I Regional 2, pada kegiatan tersebut.
Baca Lainnya :
- Hilirisasi Komoditas Kelapa, PTPN I Wujudkan Program Strategis Holding Perkebunan Nusantara0
- Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Siapkan Banyuwangi sebagai Model Kebun Kelapa Genjah N0
- PTPN IV PalmCo Regional VII, Anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara, Sabet Penghargaan Respond0
- Transformasi PalmCo Berbuah Hasil, PTPN IV di Bawah Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Produkti0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Dampak Sosial, PTPN IV Regional III Salurkan Bantuan TJSL Rp3 Mi0
Desmanto menjelaskan
bahwa aksi tanam pohon ini juga menjadi ruang dialog antara PTPN I, Pemkab
Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat
terkait perizinan lingkungan kawasan wisata. Dalam diskusi tersebut, para pihak
sepakat bahwa aspek lingkungan hidup memegang peran krusial dalam setiap
penerbitan izin operasional.
“Kementerian Lingkungan
Hidup menyampaikan bahwa seluruh sanksi administrasi akan dipulihkan setelah seluruh
arahan dipenuhi. Dari 33 mitra KSO, terdapat 13 yang sempat dikenai sanksi, dan
delapan di antaranya telah dicabut sanksinya. Berikutnya, para mitra akan
mengurus izin lingkungan baru serta melanjutkan pemulihan kawasan,” tambah
Desmanto.
Ia menegaskan bahwa
PTPN I Regional 2 akan terus mengingatkan seluruh mitra untuk menjaga
kelestarian kawasan. “Apa yang kita tanam hari ini adalah warisan lingkungan
bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengapresiasi
kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa fokus utama PTPN I saat ini berada pada
perbaikan tata kelola lingkungan dan kepatuhan hukum, sejalan dengan arah
transformasi Holding Perkebunan
Nusantara yang menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas.
Menurutnya, penanaman
pohon ini bukan hanya seremoni, tetapi simbol komitmen PTPN I dalam menjalankan
praktik bisnis yang bertanggung jawab dan patuh hukum. “Kami tidak akan
berkompromi terhadap pelanggaran lingkungan. Fokus di Puncak sangat jelas:
tidak menambah KSO baru, melainkan memperbaiki pengelolaan lingkungan,
memastikan seluruh perizinan dipenuhi, dan memperluas area penghijauan. Kami
ingin kawasan Puncak yang dikelola PTPN I menjadi contoh pengelolaan aset BUMN
yang berkelanjutan,” tegas Teddy.
Kegiatan ini memperkuat
komitmen PTPN Group dalam memastikan operasional perkebunan dan pemanfaatan
aset berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan, kepatuhan hukum, serta
pemberdayaan lingkungan di wilayah kerja perusahaan.






