- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Harga Membaik, PTPN I Supporting Co Genjot Produksi Karet

PESAWARAN--- Seiring membaiknya harga
karet, Subholding PTPN I Supporting Co menggenjot produksi. Dalam kunjungannya
ke Kebun Way Lima yang berada di Kabupaten Pesawaran, Lampung, Senin (20/5/24),
Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah
strategis untuk memanfaatkan momentum harga jual komoditi karet yang paling
tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Salah satunya adalah memperbaiki
komposisi produksi karet antara high grade dan low grade serta optimalisasi
penggalian produksi dari areal tanaman tidak produktif (ATTP).
Kunjungan Fauzi Omar yang didampingi
oleh Kepala Divisi Tanaman Karet PTPN I Hendra Putra disambut SEVP Operation
PTPN I Regional 7 Wiyoso dan beberapa pejabat lain. Manajer Kebun Way Lima
Sasmika Dwi Suryanto bersama beberapa Staf juga menyambut di Kantor Sentral dan
langsung menyampaikan presentasi kinerja Kebun.
Kunjungan Fauzi Omar kali ini fokus
kepada mencari opsi strategis dari penelaahan data kinerja. Mantan SEVP
Operation I PTPN VII ini langsung membuka data yang disajikan dan menelisik
secara tapis setiap detail potensi yang bisa digali dan ditingkatkan.
Baca Lainnya :
- PETIK TEBU MANTEN, KEBUN LUMAJANG RAYA PTPN I REGIONAL 4 SINERGI DENGAN PABRIK GULA DJATIROTO0
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
- Kalahkan Federer, Djokovic Juara Wimbledon0
- Meski Akui Sudah Sulit Menang, Rossi Belum Mau Menyerah0
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey0
“Saya bersama tim langsung ke sini
tentu ada agenda penting. Kita harus memanfaatkan momen ketika harga karet
sedang bagus, maka kita harus maksimalkan produksi. Mari kita telaah lebih
detail di mana kita bisa meningkatkan nilai tambah sehingga momen ini memberi
sumbangan maksimal untuk perusahaan,” kata dia.
Satu titik potensi yang langsung
dibidik Fauzi adalah soal terkait komposisi produk karet. Bermodal data bahwa
harga karet olahan jenis RSS (Ribbed Smoked Sheet) jauh lebih tinggi dari harga
karet SIR (Standard Indonesian Rubber), ia membidik kemungkinan produk yang
dihasilkan Kebun Way Lima bisa fokus kepada RSS.
“Saya melihat disparitas harga RSS
dengan SIR sangat jauh. Ayo kita bedah kemungkinan komposisi produksinya
dibanyakin jadi HG untuk suplai ke Pabrik RSS. Ini saya anggap strategis karena
cuma butuh keseriusan dan penanganan. Walaupun pasti ada penambahan cost
(biaya), tetapi mari kita hitung untung ruginya,” kata dia.
Bersama semua yang hadir, melihat
angka-angka produksi dengan membuat beberapa simulasi menghasilkan beberapa
rekomendasi. Antara lain, dengan mengarahkan kepada tenaga kerja penyadap untuk
memproduksi lateks (getah karet cair sebagai bahan baku RSS) ketimbang getah
beku (CL, bahan baku SIR).
“Kalau sekarang komposisinya baru
73:27 (73 persen lateks dan 27 persen CL), kita naikkan menjadi minimal
80:20" kata dia.
Selain perubahan komposisi HG dan LG,
Fauzi juga meminta semua tanaman karet yang ada dipastikan tereksploitasi.
Tanaman dalam kategori ATTP diminta untuk lebih dioptimalkan kembali penggalian
produksinya. Ia meminta Kebun Way Lima yang dalam paparannya menyatakan
kekurangan tenaga penyadap untuk merekrut penyadap baru sehingga hanca dapat
tereksploitasi dengan optimal.
Kepada SEVP Operation PTPN I Regional
7, Fauzi meminta memanfaatkan momen harga yang sedang baik dan Kebun
memaksimalkan penggalian produksi serta meningkatkan produktivitas.
Pengarahan yang lebih bersifat
sharing opinion ini berlangsung interaktif. Sasmika bersama para Asisten yang
bergelut di lapangan menjadi pengumpan topik yang kemudian dibahas seru dan
dipungkasi dengan rekomendasi oleh Direktur Operasional. Hendra Putra, Kadiv
Tanaman Karet yang sangat berpengalaman di komoditi karet terus menguatkan
setiap detail teknis yang mengemuka.
Ia mengingatkan, selain faktor-faktor
teknis budidaya dan pengelolaan di lapangan, ada faktor non teknis yang juga
harus mendapat perhatian, antara lain soal keamanan produksi, menekan pencurian
dan memaksimalkan peran aparat keamanan, kata dia.
Sementara itu, SEVP Operation Wiyoso
menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dewan Direksi PTPN I Supporting Co
yang membuat kebijakan-kebijakan cepat dan mengejar momen. Menurut dia,
berbagai kendala yang selama ini terjadi pada komoditas karet akan segera
teratasi sehingga kinerja tahun 2024 ini akan lebih baik dibandingkan tahun
lalu.
“Saya yakin dengan potensi yang ada
dan kebijakan Direksi yang taktis, kita akan segera bangkit. Seiring membaiknya
harga, karet kita akan menjadi penopang penting di bisnis PTPN I,” kata dia.
Senada, Sasmika Dwi Suryanto juga
menyampaikan terima kasihnya kepada Manajemen PTPN I Supporting Co yang telah
mengunjungi Kebun Way Lima.
“Kami berterima kasih atas kunjungan ini, arahan
pak Dirops PTPN I Supporting Co, SEVP Operation Regional 7, masukan dan saran
yang disampaikan akan menjadi panduan untuk terus meningkatkan kinerja dan
capaian target produksi karet yang telah ditetapkan. Dengan kerjasama yang baik
antara manajemen dan stakeholder, kami yakin dapat terus meningkatkan produksi
karet dan menjadikan kebun karet kami sebagai salah satu kebun karet terbaik di
PTPN Grup”, kata Sasmika yang juga Ketua Umum SPPN VII ini.(*)






