- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Kembangkan Padi di Tengah Kebun

Jakarta - Upaya
memperkuat ketahanan pangan nasional kini menjalar hingga ke tengah-tengah
kebun sawit. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, anak usaha Holding
Perkebunan PTPN III (Persero), memanfaatkan lahan peremajaan sawit rakyat untuk
menanam padi gogo. Program ini telah memasuki tahap panen di dua daerah, Aceh
dan Jambi, di Oktober 2025 ini.
Langkah
ini menjadi bagian dari strategi Tanam Padi PTPN (TAMPAN), yakni menanam padi
di sela tanaman sawit muda yang belum menghasilkan. Pola ini bukan hanya
bertujuan mengoptimalkan lahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi
masyarakat sekitar perkebunan.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Keberlanjutan, PTPN IV Regional III Remajakan 949,6 Hektare Sawi0
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Keberlanjutan, PTPN IV Regional III Remajakan 949,6 Hektare Sawi0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Optimalisasi Aset, PTPN I Adaptif Hadapi Dinamika Perkembangan K0
- PalmCo, Subholding Holding Perkebunan PTPN III (Persero), Rawat Warisan Sejarah dan Budaya Perkebuna0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Regional 2 Kembangkan 600 Ha Kebun Kopi di Kawasan Gunun0
“Transformasi
yang kami jalankan tidak semata pada digitalisasi atau efisiensi bisnis. Kami
ingin memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar kebun. Padi gogo di sela
sawit muda terbukti bisa mendukung ketahanan pangan,” ujar Direktur Utama PTPN
IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
PalmCo
mencatata, sampai pertengahan Oktober, intercropping padi gogo telah diterapkan
di tujuh regional kerja PalmCo, mencakup Sumatera Utara, Riau, Jambi, Aceh,
Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Total luas lahan mencapai lebih dari
500 hektare, baik melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), tumpangsari,
maupun kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Panen Perdana di Aceh dan Jambi
Panen
perdana dilakukan di lahan Universitas Al Muslim (Umuslim) Bireuen, Aceh,
seluas 30 hektare pada awal Oktober. Tanaman padi gogo di lahan tersebut
merupakan hasil kerja sama PalmCo dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan
civitas akademika Umuslim.
Rektor
Umuslim, Dr. Marwan, mengatakan, hasil panen menunjukkan bahwa padi gogo mampu
beradaptasi dengan baik di tanah kering kawasan Bireuen. “Hasilnya menjanjikan.
Ini bukan hanya riset akademik, tetapi juga kontribusi nyata untuk masyarakat
sekitar,” sebutnya.
Sementara
itu, di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, panen dilaksanakan pada Mei lalu di areal
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Makmur seluas 5 hektare. Dari lahan itu,
diperoleh produksi sekitar 10 ton gabah, dengan produktivitas rata-rata 2 ton
per hektare.
Sinergi Sawit dan Pangan
Program
tumpangsari padi gogo menjadi salah satu upaya perusahaan perkebunan BUMN dalam
mengembangkan integrasi sawit–pangan. Pola ini juga sejalan dengan arah
kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana
tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil
Ketua RSI sekaligus Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan
Peranginangin, menyebut program TAMPAN dijalankan melalui sinergi lintas
sektor, termasuk dukungan dari Kementerian Pertanian. “Penanaman padi gogo di
areal PSR merupakan bentuk nyata optimalisasi lahan dan bagian dari komitmen
kami terhadap kedaulatan pangan,” ucapnya.
Selain
program di Aceh dan Jambi, PalmCo juga menyalurkan 3,7 ton benih padi gogo
melalui TJSL untuk lahan seluas 110 hektare di Kabupaten Humbang Hasundutan,
Sumatera Utara. Bantuan itu diserahkan bersama Pemerintah Kabupaten setempat
dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menuju Lumbung Pangan di Tengah Perkebunan
Padi
gogo yang ditanam di sela tanaman sawit belum menghasilkan diharapkan menjadi
model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Selain mengoptimalkan pemanfaatan
lahan, sistem ini memberi tambahan penghasilan bagi petani dan masyarakat
sekitar kebun.
Langkah
ini, menurut pengamat pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Iskandar
Zulkarnain, mencerminkan pergeseran paradigma di sektor perkebunan. “Sawit
tidak lagi semata komoditas ekspor, tetapi juga ruang bagi diversifikasi
pangan. Jika dikembangkan konsisten, ini bisa menjadi model lumbung pangan baru
di daerah,” ujarnya.
Melalui
program intercropping padi gogo, PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa kebun sawit
tak selalu identik dengan monokultur. Dari sela batang sawit muda, tumbuh
harapan baru bagi kedaulatan pangan Indonesia.






