- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Menteri Pertanian Dukung Percepatan Bongkar Ratoon Holding Perkebunan Nusantara

Surabaya, 23 September 2025 – Program bongkar ratoon menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas tebu nasional. Dalam kunjungan ke PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara, Menteri Pertanian menegaskan bahwa percepatan bongkar ratoon adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada gula.
Program ini dirancang mencakup bongkar ratoon seluruh kebun tebu di Indonesia, untuk di pulau Jawa direncanakan di 36 kabupaten dengan target luasan bongkar ratoon sebesar 80.053 hektare. Luasan tersebut diharapkan mampu menjadi titik awal yang signifikan dalam mendukung upaya pencapaian swasembada gula sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional.
Saat ini, sejumlah tahapan teknis masih terus berlangsung. Proses yang sedang berjalan meliputi verifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL), penetapan SK CPCL Kabupaten, penetapan SK CPCL Provinsi, hingga SK CPCL Pusat. Seluruh proses ini menjadi landasan penting sebelum memasuki fase tanam.
Baca Lainnya :
- IKBI PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Gelar Pengajian Akbar Bertema Kebahagiaan Ruma0
- Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Energi, Mahasiswa Unilak Kagumi Inovasi Energi Hijau P0
- Sukses Jalankan Transformasi Holding Perkebunan Nusantara Berbasis Kemanusiaan, PTPN IV PalmCo Raih 0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV PalmCo Regional 4 Salurkan Bantuan Pendidikan ke SD Kel0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Aksi Kemanusiaan, PTPN IV PalmCo Regional VII Dukung Kegiatan PM0
Jika sesuai rencana, awal Oktober 2025 akan menjadi momentum dimulainya kegiatan tanam di lapangan. PT SGN bersama Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai dukungan teknis, pendampingan, serta fasilitas yang diperlukan agar pelaksanaan program bongkar ratoon berjalan optimal.
Menteri Pertanian dalam kesempatan tersebut juga menegaskan besarnya dukungan pemerintah terhadap petani tebu, baik melalui kebijakan maupun pendanaan.
“Tersedia Rp1,6 triliun dari total anggaran Rp9,95 triliun dan kita sudah mulai. Bayangkan, dengan kebijakan pemerintah tentang kredit, skemanya kini jauh lebih fleksibel. Kalau dulu kredit subsidi bersifat akumulasi, misalnya jika sudah mengambil Rp500 juta per orang, maka tidak bisa lagi mendapatkan kredit subsidi dan hanya bisa mengakses kredit komersial, sekarang tidak lagi dibatasi,” ujar Mentan.
Apa hasilnya dari kebijakan Bapak Presiden dan kebijakan kita? Amran menyampaikan bahwa program bongkar ratoon yang biasanya maksimal hanya sekitar 5 ribu hektare per tahun, kini melonjak menjadi 17 ribu hektare, naik 200 persen. “Itu baru dari sisi kebijakan saja. Ditambah lagi dengan adanya bongkar ratoon gratis. Ini membuktikan perhatian Bapak Presiden terhadap petani luar biasa besar,” tambah Mentan.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik arahan dan dukungan dari Mentan. Menurutnya, keberhasilan program bongkar ratoon tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tebu nasional, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan penuh dari pemerintah, program bongkar ratoon ini akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri gula nasional. PT SGN siap bersinergi dan memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu sesuai target,” ujar Mahmudi.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN pangan, dan petani, program bongkar ratoon diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor gula.
Mengenai PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) :
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula. Perusahaan didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional.
Perusahaan mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara yang tersebar dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas Perusahaan.






