- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
PalmCo Wujudkan Peran Sosial Holding Perkebunan Nusantara melalui Fasilitas Pendidikan Anak di Perke
Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)
melalui Subholding PTPN IV PalmCo, terus menunjukkan komitmen jangka panjang
dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan dan
pengelolaan fasilitas pendidikan di lingkungan operasional perusahaan. Sejak
lama, keberadaan sekolah-sekolah di kebun telah menjadi bagian penting dalam
membentuk masa depan ribuan anak karyawan dan masyarakat sekitar.
Momentum peringatan Hari Anak Nasional yang
jatuh pada akhir Juli ini menjadi refleksi atas kontribusi nyata PalmCo dalam
menyediakan akses pendidikan bagi generasi penerus bangsa, khususnya di
wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil.
Dalam keteragan tertulisnya, Ahad (27/07),
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyampaikan bahwa perusahaan
juga memiliki investasi jangka panjang di bidang sosial termasuk di segi
pendidikan anak. Menurutnya, masa depan tidak bisa dilepaskan dari kualitas
sumber daya manusia yang dibentuk sejak usia dini, dan PalmCo memandang hal
tersebut sebagai sesuatu yang sangat penting.
Baca Lainnya :
- PTPN I Regional 8 terima kunjungan DPRD Kabupaten Luwu Timur dalam rangka pembahasan RPJMD Luwu Timu0
- Tingkatkan Kualitas UMKM Marinsow, PTPN I sukseskan pelatihan UMKM0
- Sinergi Multipihak dalam Lokakarya PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Bangkitkan Kejayaan Kelapa I0
- PTPN Group Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pasar Murah Beras0
- PTPN I Regional 3 Berpartisipasi Dalam Bazar TNI Kodam IV/Diponegoro dengan Kegiatan Pasar Murah Sem0
“Kami yakin, masa depan industri perkebunan
tidak hanya dibangun dari produktivitasnya saja, tetapi juga dari anak-anak
yang hari ini tumbuh dan belajar di sekitar perkebunan kami. Fasilitas
pendidikan itu juga menjadi bagian dari sejarah PTPN,” ungkap Jatmiko dalam
keteragan tertulisnya, Ahad (27/07).
Fasilitas pendidikan yang dikelola PalmCo
tersebar hampir di seluruh wilayah operasional, mulai dari Sumatera, Jawa,
hingga Kalimantan. Levelnya beragam, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah
dasar, menengah hingga atas.
“Khusus untuk anak sendiri, saat ini tercatat
sebanyak 121 unit TK dan PAUD yang dikelola oleh Perusahaan ataupun yayasan
yang aktif mendidik lebih dari 4.793 anak usia dini,” ungkapnya.
Disebutkan Jatmiko, sekolah-sekolah tersebut
merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat kebun, sekaligus
menjembatani akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah remote yang jauh dari
pusat kota.
“Paud, TK, dan sekolah-sekolah buat anak-anak
usia dini tersebut menjadi pondasi awal pendidikan bagi anak-anak yang ada di
kebun. Harapannya dapat membantu mereka tumbuh kembang untuk bersiap di level
pendidikan berikutnya,” kata Jatmiko.
Di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,
sekolah kebun turut menciptakan ruang kerja dan keterlibatan sosial bagi
masyarakat sekitar. Muhammad Mustaqim Pane, SP, Manajer Kebun Dusun Hulu
Regional I PTPN IV mengungkapkan bahwa warga lokal juga dilibatkan dalam
pengelolaan operasional sekolah.
“Kami libatkan warga sekitar yang sesuai
kriteria sebagai tenaga pendukung hingga guru honorer jika memenuhi kualifikasi.
Ini adalah bentuk komitmen kami agar fasilitas pendidikan ini benar-benar
memberi dampak sosial yang luas, tidak hanya untuk anak-anak tapi juga bagi
ekonomi keluarga mereka,” jelas Mustaqim.
Senada dengan itu, Kepala Desa Amboyo Inti
Sugito menyebut bahwa fasilitas pendidikan yang dibangun di lingkungan kebun
telah memberi akses yang luas dan kualitas pengajaran yang baik bagi anak-anak
desa. “Sekolah-sekolah ini masih aktif dan diminati, banyak orang tua yang
merasa nyaman karena lokasinya dekat, pengajarnya kompeten, dan biayanya
terjangkau. Kami sangat terbantu, dan berharap fasilitas seperti ini bisa terus
dilestarikan,” ujar Sugito.
Sementara itu, guru TK Dewi Sri Simalungun
Hilda Putri Amallia menuturkan bahwa mengajar di tengah lingkungan kebun memiliki
tantangan tersendiri. Namun menurutnya, suasana alam dan kedekatan dengan
masyarakat menjadikan proses belajar lebih akrab dan menyenangkan.
“Akses kadang memang menjadi ujian, terutama
saat musim hujan. Tapi anak-anak di sini justru tumbuh dengan kedisiplinan yang
baik. Mereka belajar jauh dari hiruk pikuk kota. Kami sebagai guru pun merasa
menjadi bagian dari keluarga besar di kebun,” ucap Hilda.






