- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Sinergi Multipihak dalam Lokakarya PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Bangkitkan Kejayaan Kelapa I
Yogyakarta
– PT Riset
Perkebunan Nusantara (PT RPN), yang merupakan anak perusahaan dari Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui unit Pusat Penelitian Kelapa
Sawit (PPKS), menggelar Lokakarya Kelapa Nasional 2025 di Yogyakarta pada Jumat
(18/7/2025).
Forum ini mengusung tema
“Kembalikan Kejayaan Industri Kelapa Indonesia” dan menjadi wadah kolaborasi
strategis lintas pemangku kepentingan untuk membangkitkan kembali industri
kelapa nasional secara berkelanjutan.
Agenda ini dihadiri oleh
berbagai pemangku kepentingan mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan,
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana
Perkebunan (BPDP), Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO), pelaku usaha seperti Sambu
Group dan PT Dewa Agri, akademisi, peneliti, serta perwakilan dari PTPN Group.
Baca Lainnya :
- Dukung Astacita Presiden, Holding Perkebunan melalui PTPN I Teken MoU Ketahanan Pangan dengan Polda 0
- Siswa Bimbel Dukungan PalmCo Cetak Prestasi: 90% Lulus PTN, Enam Jebol Kampus Unggulan Indonesia0
- Bahas Strategi Sertifikasi HGU, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional 5 Gelar FGD Li0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong PalmCo Perkuat Peran Strategis Jaga Ketahanan Pangan Nasional0
- PTPN Group Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pasar Murah Beras0
Direktur PT Riset Perkebunan
Nusantara, Iman Yani Harahap, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini
Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar kedua di dunia tengah menghadapi
sejumlah tantangan. “Luas areal kebun kelapa kita mengalami penurunan rata-rata
11 ribu hektare per tahun dan produksi menurun sekitar 5 ribu ton setiap tahun.
Ini alarm penting bagi kita semua. Karena itu, melalui forum ini kami ingin
mendorong sinergi riset, inovasi teknologi, dan kemitraan yang kuat antara
pemerintah, akademisi, dan industri untuk merevitalisasi sektor kelapa
nasional,” tegas Iman.
Iman menegaskan bahwa PT
Riset Perkebunan Nusantara terus berkomitmen terhadap pengembangan kelapa
berbasis riset dan teknologi terapan, termasuk melalui pendekatan teknologi
embryo rescue dan somatic embryogenesis yang sudah mulai dikembangkan untuk
kelapa kopyor.
Kegiatan ini juga menjadi
wadah peluncuran Roadmap Kelompok Peneliti Komoditas Kelapa. Roadmap ini
menjadi panduan dalam pelaksanaan riset kelapa nasional yang akan dilaksanakan
secara kolaboratif dan terintegrasi. Pada kegiatan ini juga dilakukan
penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara PT RPN dengan
mitra strategis.
Diskusi pleno lokakarya
dipandu oleh Prof. Didiek Hadjar Goenadi dan menghadirkan narasumber dari BPDP,
Direktorat Jenderal Perkebunan, DEKINDO, PTPN I, Sambu Group, dan PT Dewa Agri.
Masing-masing menyampaikan kontribusi dan rencana kolaborasi untuk menyukseskan
pelaksanaan Roadmap Perkelapaan Nasional 2025–2035.
Melalui forum ini, PT RPN berharap dapat
membangkitkan kembali semangat bersama dalam membangun kejayaan industri kelapa
Indonesia dan mempertegas peran penting kelapa sebagai komoditas strategis
dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi
yang inklusif dan berkelanjutan.






