- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Produksi Naik 4 Persen, PalmCo Perkuat Kinerja Sawit Holding Perkebunan Nusantara

Keterangan Gambar : Produksi Naik 4 Persen, PalmCo Perkuat Kinerja Sawit Holding Perkebunan Nusantara
JAKARTA — Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo sepanjang 2025 menunjukkan tren penguatan. Hingga akhir tahun, PalmCo membukukan produksi CPO sebesar 2,7 juta ton, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan produksi tersebut terutama ditopang oleh peningkatan produktivitas lahan. Sepanjang 2025 lalu, produktivitas kebun PalmCo tercatat mencapai 4,8 ton CPO per hektar, juga meningkat sekitar 4 persen secara tahunan. Capaian ini mencerminkan perbaikan kinerja kebun dan pabrik, sekaligus efektivitas pengelolaan operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Peningkatan produktivitas menjadi kunci bagi industri sawit nasional yang kini diarahkan untuk bertumbuh melalui intensifikasi dan efisiensi, bukan lagi perluasan lahan. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah menekankan pentingnya optimalisasi lahan eksisting seiring meningkatnya tuntutan keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.
Baca Lainnya :
- Melalui PTPN IV Regional V, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mutasikan 123 Hektare Sawit Jadi T0
- Lewat PTPN IV Regional III, Holding Perkebunan Nusantara Stimulus Pemuda Tandun Kembangkan Keramba I0
- SGN Hadir dalam Pengumuman Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI, Tegaskan Komitmen Dukung Per0
- Holding Perkebunan Nusantara Hadir untuk Masyarakat Riau, PTPN IV Regional III Realisasikan TJSL Rp80
- Danantara: Transformasi PalmCo, Subholding dari Holding Prekebunan Nusantara Dinilai Perkuat Kemandi0
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa sektor-sektor strategis nasional, termasuk kelapa sawit, perlu memperkuat produktivitas agar tetap berdaya saing. Sawit dipandang sebagai komoditas unggulan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, serta posisi Indonesia di pasar global.
Presiden juga menekankan bahwa peningkatan produksi ke depan harus bertumpu pada perbaikan produktivitas per hektar, pemanfaatan teknologi, serta penerapan tata kelola yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, industri sawit nasional diharapkan tetap kompetitif sekaligus adaptif terhadap dinamika dan tuntutan global.
Di tingkat korporasi, manajemen PalmCo menilai kinerja 2025 sebagai hasil dari konsistensi pembenahan fundamental operasional. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, capaian produksi dan produktivitas tersebut menjadi pijakan penting bagi perusahaan dalam menyiapkan arah pengelolaan ke depan.
“Produksi dan produktivitas yang dicapai pada 2025 menunjukkan bahwa penguatan dasar-dasar pengelolaan kebun dan pabrik memberikan hasil nyata. Ini menjadi modal awal bagi PalmCo untuk melangkah ke fase berikutnya,” ujar Jatmiko.
Memasuki 2026, PalmCo menetapkan kerangka besar pengelolaan perusahaan dengan fokus pada Basic–Consistency–Improvement. Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan seluruh lini operasional berjalan disiplin dan berkelanjutan di seluruh regional.
Pada tahap Basic, perusahaan memastikan seluruh standar dasar budidaya, panen, dan pengolahan dijalankan secara menyeluruh. Consistency berarti menjaga penerapan standar tersebut secara seragam, sementara Improvement difokuskan pada peningkatan berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan sumber daya manusia.
Strategi tersebut, menurut Jatmiko, tidak hanya ditujukan untuk menjaga pertumbuhan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas CPO, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika industri sawit global.
Selain aspek operasional, PalmCo juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Upaya peremajaan tanaman, pengelolaan lingkungan, serta pemenuhan standar tata kelola yang semakin ketat terus didorong untuk memastikan keberlangsungan usaha.
Dengan produktivitas yang terus meningkat dan strategi pengelolaan yang terarah, PalmCo optimistis kontribusi sawit nasional dapat terus diperkuat. Di tengah tantangan global, peningkatan produktivitas per hektar dinilai menjadi kunci untuk menjaga posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.






