- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Aya

Keterangan Gambar : Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi
Jakarta — PTPN IV
PalmCo, subholding dari Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyatakan kesiapan mendukung
agenda pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi
sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Program
industri ayam terintegrasi diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung
penyediaan protein hewani, terutama daging ayam dan telur, yang kebutuhannya
terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk serta implementasi agenda sosial
pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada
tahap awal, pemerintah melalui Danantara Indonesia menyiapkan investasi
strategis sekitar Rp 20 triliun untuk membangun ekosistem industri ayam
terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, hingga pengolahan dan
distribusi. Pendekatan hilirisasi dipilih untuk memperkuat kesinambungan
pasokan, menekan fluktuasi harga, sekaligus mendorong pemerataan produksi
protein hewani ke luar Pulau Jawa.
Baca Lainnya :
- Penghargaan Surya Award 2025 Diraih PT SGN, Bukti Kontribusi Holding Perkebunan Nusantara bagi Ekono0
- PP KPBN, Entitas Holding Perkebunan Nusantara Laksanakan Stock Opname CPO di Tangki Timbun Unit Bela0
- Perkuat Komitmen Implementasi ESG, PT SGN, Subholding PTPN III (Persero) Raih Silver Rank di ASRRAT 0
- PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara Luncurkan Kemasan 100 Tahun Kayu Aro, Ini Sejarahnya0
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional VII Pasang PLTS Atap untuk Rumah Ibadah di Pad0
Dalam
konteks tersebut, peran badan usaha milik negara (BUMN) menjadi penting. Salah
satunya PTPN IV PalmCo yang mengelola jutaan hektare perkebunan kelapa sawit di
berbagai wilayah Indonesia. Dengan portofolio aset dan infrastruktur yang telah
terbentuk, PalmCo dipandang memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda
hilirisasi pangan, termasuk pengembangan peternakan ayam terintegrasi.
Hilirisasi
sebagai Arah Kebijakan
Staf
Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, dalam forum Road to Jakarta Food Security Summit 2026,
menegaskan bahwa hilirisasi menjadi salah satu pendekatan utama dalam
transformasi sistem pangan nasional.
“Pengembangan
industri ayam terintegrasi tidak hanya soal menambah kapasitas produksi, tetapi
juga memastikan distribusi dan keterjangkauan pangan yang lebih merata,
khususnya di luar Jawa,” ujar Sam.
Pendekatan
terintegrasi dinilai mampu meredam ketergantungan produksi pada wilayah
tertentu serta mengurangi risiko gejolak pasokan dan harga di sektor
perunggasan.
Senada
dengan itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan
Ali Agus menekankan pentingnya menjaga posisi peternak rakyat dalam skema
hilirisasi. “Hilirisasi idealnya memastikan kesinambungan dari hulu ke hilir,
sekaligus membuka ruang bagi peternak rakyat untuk tumbuh bersama industri,”
kata Ali Agus.
Kesiapan
Lahan Jadi Kunci
Salah
satu tantangan utama pengembangan peternakan modern berskala besar adalah
kesiapan lahan. Di luar Jawa, ketersediaan lahan yang memiliki kepastian hukum,
infrastruktur dasar, dan akses logistik kerap menjadi hambatan. Karena itu,
pemanfaatan aset negara yang telah eksisting dinilai sebagai opsi strategis.
PTPN
IV PalmCo berada dalam ekosistem tersebut. Dengan pengalaman panjang mengelola
perkebunan sawit, perusahaan memiliki aset lahan yang relatif siap secara legal
dan operasional. Namun demikian, PalmCo menegaskan pendekatan bertahap tetap
menjadi prinsip utama.
Direktur
Strategy dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan
memilih langkah yang terukur dan berbasis kesiapan nyata di lapangan. “Kami
memahami ini adalah proyek kebijakan nasional yang besar dan lintas sektor.
Karena itu, PalmCo fokus pada kesiapan yang benar-benar bisa dieksekusi,” ujar
Ugun.
Menurutnya,
Kalimantan Timur menjadi wilayah yang saat ini telah memasuki tahap persiapan
awal untuk mendukung pembangunan peternakan ayam terintegrasi, termasuk rencana
groundbreaking dalam waktu
dekat. Wilayah tersebut dinilai relatif siap dari sisi aset, keselarasan tata
ruang, serta dukungan rencana pengembangan wilayah. “Kalimantan Timur menjadi
contoh awal kesiapan. Ini bukan soal cepat, tetapi soal tepat,” katanya.
Integrasi
Sawit dan Pangan Harus Berhati-hati
Ugun
menegaskan bahwa pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk kegiatan pangan
memerlukan kajian menyeluruh, mencakup aspek tata ruang, lingkungan, sosial,
serta keberlanjutan. “Integrasi fungsi pangan di kawasan perkebunan sawit tidak
bisa dilakukan secara terburu-buru. Semua harus sejalan dengan prinsip
keberlanjutan,” ujarnya.
PalmCo
juga memilih tidak memberikan ekspektasi berlebihan terhadap wilayah lain yang
masih dalam tahap kajian. Pendekatan ini diambil untuk menjaga kredibilitas
proyek sekaligus memastikan setiap langkah dapat dipertanggungjawabkan. “Lebih
baik kami berbicara berdasarkan apa yang sudah siap dan bisa dieksekusi,
daripada menyampaikan rencana yang belum tentu dapat direalisasikan,” kata dia.
Ke
depan, PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero) menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendukung
ketahanan pangan nasional, dengan memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan
secara optimal, bertanggung jawab, dan sejalan dengan kebijakan pemerintah
dalam memperkuat hilirisasi pangan serta pemerataan produksi protein hewani di
Indonesia.






