- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara Luncurkan Kemasan 100 Tahun Kayu Aro, Ini Sejarahnya

Keterangan Gambar : PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara Luncurkan Kemasan 100 Tahun Kayu Aro, Ini Sejarahnya!
Kerinci — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero) melalui Subholding PTPN
IV PalmCo menandai momentum satu abad Pabrik Teh Kayu Aro dengan meluncurkan kemasan edisi khusus 100
tahun. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan bertajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta
Cerita” yang digelar pada 30
Desember 2025 di kawasan Kebun
Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.
Peringatan
satu abad Kayu Aro tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga bentuk
penghormatan terhadap warisan industri teh nasional yang telah berdiri sejak 1925. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV
PalmCo, Ugun Untaryo, Bupati
Kerinci, serta jajaran Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang menegaskan posisi Kayu Aro
sebagai salah satu ikon perkebunan teh Nusantara.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa,
menyampaikan bahwa keberlanjutan Kayu Aro selama satu abad merupakan bukti
ketangguhan industri teh nasional yang mampu bertahan dan beradaptasi lintas
generasi. “Kayu Aro bukan hanya aset
bisnis, tetapi juga warisan sejarah bangsa. Selama 100 tahun, kebun ini telah
menjadi saksi perjalanan industri teh dari berbagai era hingga kini dikelola
oleh anak bangsa,” ujar Jatmiko.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional VII Pasang PLTS Atap untuk Rumah Ibadah di Pad0
- Pelatihan Pajak dan Coretax PTPN IV Regional VII, Komitmen Holding Perkebunan Nusantara pada Tata Ke0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kualitas SDM melalui Program Penanganan Stunting PTPN IV Regiona0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kepastian Hukum Investasi lewat Kolaborasi PTPN IV Regional III–0
- Di Tengah Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo Tetap Jalankan Program Pencegahan Stu0
Ia
menegaskan bahwa manajemen berkomitmen menjaga standar mutu Teh Kayu Aro,
sekaligus memperkuat daya saing di pasar global dan memperluas eksistensi di
pasar ritel domestik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat sekitar Kerinci.
Rebranding
Strategis Teh Kayu Aro
Sejalan
dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo,
menilai peringatan satu abad Kayu Aro sebagai momentum refleksi dan penguatan
visi ke depan, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas
teh.
“Transformasi PalmCo dilakukan melalui modernisasi
dan digitalisasi, namun tetap menjaga nilai historis dan keunikan Kayu Aro
sebagai kebun teh yang memiliki nilai historis,” jelas Ugun.
Salah
satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah rebranding kemasan teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Langkah ini
dilakukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan
preferensi konsumen masa kini, tanpa menghilangkan karakter legendaris yang
telah melekat selama puluhan tahun.
Dalam
pengembangannya, PalmCo mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan
pelestarian lingkungan serta edukasi sejarah dalam satu ekosistem
berkelanjutan. Dari sisi bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren
positif dan stabil sejak 2008,
dengan kontribusi sekitar 4,5 persen
dari total produksi tahunan. Produk tersebut saat ini telah dipasarkan
di wilayah Jambi, serta
diperluas ke Sumatera Barat dan Riau.
Bupati Kerinci, Monadi, yang turut hadir
dalam peringatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PTPN IV
PalmCo dalam menjaga eksistensi Kayu Aro. Menurutnya, kebun teh legendaris ini
telah menjadi bagian penting dari identitas daerah serta penggerak ekonomi dan
pariwisata Kabupaten Kerinci.
Ia
menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan
perusahaan agar pengembangan sektor perkebunan dapat berjalan seiring dengan
peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan agrowisata unggulan.
Menutup
rangkaian refleksi satu abad Kayu Aro, Jatmiko
K. Santosa mengajak seluruh insan perusahaan menjadikan sejarah sebagai
sumber motivasi untuk menorehkan capaian yang lebih besar di masa depan.
“Mari kita jadikan 100 tahun Kayu Aro sebagai bahan
bakar untuk bekerja lebih optimal, menuliskan cerita-cerita hebat baru, dan
mengukuhkan teh Kayu Aro sebagai standar kualitas teh dunia,” pungkasnya.
Dengan
dukungan seluruh pemangku kepentingan, Holding
Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo optimistis membawa Kebun Teh
Kayu Aro melangkah ke abad kedua, memperkuat kualitas, daya saing, dan
keberlanjutan di tengah dinamika industri teh global.






