- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kualitas SDM melalui Program Penanganan Stunting PTPN IV Regiona

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kualitas SDM melalui Program Penanganan Stunting PTPN IV Regional V
Pontianak
– Sebagai bagian dari komitmen Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung agenda
pembangunan nasional, PTPN IV Regional
V menyalurkan bantuan Program
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp361 juta untuk mendukung percepatan
penanganan stunting di Kalimantan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan
secara bertahap selama dua tahun terakhir dan difokuskan pada wilayah di
sekitar area operasional perusahaan.
Program
TJSL ini diarahkan pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi,
serta pendampingan masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan secara terarah dengan
melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan
terkait guna memastikan program berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Pada
tahun 2024, realisasi penyaluran
dana TJSL untuk penanganan stunting mencapai Rp255 juta. Selanjutnya pada 2025, PTPN IV Regional V kembali mengalokasikan dana sebesar Rp106 juta untuk melanjutkan dan
memperkuat keberlanjutan program tersebut.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kepastian Hukum Investasi lewat Kolaborasi PTPN IV Regional III–0
- Di Tengah Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo Tetap Jalankan Program Pencegahan Stu0
- Dorong Lingkungan Kerja Aman, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional III Perkuat Buda0
- Dorong Transformasi Digital Holding Perkebunan Nusantara, PT KPBN Resmi Luncurkan Dashboard DESY0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Sinergi SDM, PTPN IV PalmCo Resmikan PKB 2026–20270
Fokus
pelaksanaan program berada di desa-desa sekitar wilayah operasional PTPN IV
Regional V. Pendekatan ini dilakukan untuk memudahkan proses pendampingan,
monitoring, dan evaluasi, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan,
pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Atas
kontribusi tersebut, Pemerintah
Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi kepada Holding Perkebunan Nusantara dengan
menganugerahkan Direktur Utama Holding
Perkebunan sebagai Orang Tua
Asuh Stunting Provinsi Kalimantan Barat.
Memasuki
2026, PTPN IV Regional V kembali
membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah desa di sekitar area operasional
perusahaan, antara lain Desa Sungai
Alai, Desa Kuala Boyan, dan Desa Semerangkai. Kolaborasi ini menjadi
bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan
kualitas kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Kepala
Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional V, Surya Xico Marpaung, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting
memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan serta pelaksanaan program
yang berkesinambungan.
“PTPN IV Regional V terus bersinergi dengan
pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya agar
program TJSL yang dijalankan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,”
ujarnya.
Melalui
program TJSL tersebut, PTPN IV Regional V sebagai bagian dari Holding
Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam
percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,
sejalan dengan arah pembangunan nasional dan prinsip pembangunan berkelanjutan.






