- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkua

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan KebunHolding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun
JAKARTA — Pasca-merger, PTPN IV PalmCo terus
mempercepat transformasi digital dengan melatih dan mensertifikasi ratusan
karyawan sebagai operator drone guna memperkuat sistem pemantauan kebun sawit
berbasis data.
Hingga awal tahun ini, lebih dari 60 karyawan
dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan
peserta yang mengikuti pelatihan. Perusahaan menyebut program ini sebagai
bagian dari pembangunan ekosistem digital terintegrasi yang kini menjadi tulang
punggung operasional. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 62 karyawan yang
telah tersertifikasi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K.
Santosa mengatakan, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata
ditentukan oleh kehadiran teknologi, melainkan oleh kesiapan sumber daya
manusia.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Hilirisasi Kelapa, PTPN I Latih Petani Kalianda Produksi Gula Se0
- Holding Perkebunan Nusantara Catat 23 Juta Jam Kerja Aman di PTPN IV PalmCo0
- PTPN I Regional 7, Entitas Holding Perkebunan Nusantara, Siap Sukseskan Agenda Strategis Nasional0
- Holding Perkebunan Nusantara Semarakkan Ramadan Lewat Program One Day One Juz di PalmCo Regional IV 0
- PTPN I, Entitas Holding Perkebunan Nusantara, Siap Jadi Katalisator Industri Pangan Lampung0
“Transformasi digital tidak cukup hanya
menghadirkan teknologi canggih. Kunci utamanya adalah peningkatan kompetensi
SDM. Tanpa operator yang terlatih dan tersertifikasi, sistem tidak akan
memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan,” kata Jatmiko dalam keterangan
resmi, baru-baru ini.
Di PTPN IV PalmCo, digitalisasi yang dibangun
perusahaan bertumpu pada sistem terpusat bernama PalmCo Business Cockpit, yakni
dashboard digital yang mengintegrasikan data operasional dari berbagai unit
usaha. Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial “Agroview” yang
memungkinkan pemantauan ratusan ribu hektare lahan secara hampir waktu nyata
(real-time).
Melalui drone yang dioperasikan para pilot
bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirimkan langsung ke
pusat kendali. Informasi tersebut kemudian diolah untuk mendukung pengambilan
keputusan agronomis, mulai dari kebutuhan pupuk, deteksi dini serangan hama,
hingga identifikasi potensi penurunan produktivitas.
Di tingkat kebun, perubahan pola kerja mulai
terasa. Pemantauan yang sebelumnya mengandalkan patroli manual kini dilengkapi
citra udara beresolusi tinggi. Anomali di afdeling dapat diidentifikasi lebih
cepat, sehingga respons penanganan menjadi lebih terukur.
Menurut Jatmiko, integrasi teknologi seperti
kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) juga tengah dikembangkan
untuk memperkuat sistem analitik. “Ini fondasi strategis untuk mewujudkan
perusahaan agrikultur kelas dunia dengan tata kelola yang presisi dan modern,”
katanya.
Langkah digitalisasi PalmCo itu juga mendapat
perhatian dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara Setyanto
Hantoro menyatakan dukungan terhadap strategi bisnis sawit terintegrasi yang
dijalankan perusahaan, terutama dalam konteks penguatan ketahanan pangan dan
hilirisasi nasional.
Sementara itu, Managing Director Risk Management
Danantara Riko Banardi, yang sempat meninjau langsung implementasi sistem
Agroview pada Januari lalu, menilai integrasi mekanisasi, digitalisasi, dan
pengembangan SDM berjalan selaras. “Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan
perusahaan menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dengan pengembangan
SDM,” ujar Riko.
Di tengah tuntutan global terhadap praktik
perkebunan berkelanjutan, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi
kebutuhan, bukan lagi pilihan. Transparansi data dan akuntabilitas operasional
menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri sawit nasional.
Sejatinya langkah seperti yang ditempuh PalmCo
dapat menjadi model bagi transformasi BUMN sektor agrikultur lainnya. Namun,
konsistensi implementasi dan peningkatan kapasitas SDM tetap menjadi tantangan
utama.
Bagi PalmCo, investasi pada pelatihan drone dan
sistem digital disebut sebagai investasi jangka panjang. “Digitalisasi adalah
kunci keberlanjutan perusahaan. Dengan sinergi teknologi dan SDM unggul,
produktivitas bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Jatmiko.
Transformasi ini menandai babak baru pengelolaan
perkebunan sawit nasional—di mana keputusan tidak lagi semata bertumpu pada
pengalaman lapangan, melainkan pada data yang terukur dan terintegrasi.






