- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Kinerja Melonjak, Kebun Tanah Putih PTPN IV Regional III Perkuat Kontribusi Holding Perkebunan Nusan

Keterangan Gambar : Kinerja Melonjak, Kebun Tanah Putih PTPN IV Regional III Perkuat Kontribusi Holding Perkebunan Nusantara
Rokan Hilir — Berada di wilayah perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Utara, Kebun Tanah Putih menjelma menjadi salah satu unit andalan PTPN IV Regional III, subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Unit kebun yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata karena produktivitas di bawah rata-rata tersebut, kini menunjukkan performa signifikan dan menjadi salah satu “mutiara” di Regional III.
Hingga Desember 2025, produktivitas tandan buah
segar (TBS) Kebun Tanah Putih tercatat mencapai 32,4 ton per hektare per tahun.
Capaian tersebut melampaui rata-rata nasional, sekaligus mencerminkan
peningkatan efisiensi dan konsistensi kerja di tingkat operasional kebun.
Kinerja positif tersebut mendapat perhatian
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang melakukan kunjungan kerja
ke Kebun Tanah Putih. Ia menilai capaian tersebut tidak semata-mata merupakan
hasil perbaikan teknis, melainkan buah dari disiplin, semangat, dan sinergi
seluruh tim di lapangan.
Baca Lainnya :
- PKB PTPN IV Periode 2026–2027 Disahkan, Holding Perkebunan Nusantara Dorong Stabilitas Ketenagakerja0
- Presiden Dorong Hilirisasi Gambir, PTPN Group Siap Perkuat Nilai Tambah Komoditas Rakyat0
- Holding Perkebunan Nusantara Sudah Serap 2.548 Tenaga Kerja Lokal Riau melalui PTPN IV Regional III0
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Fasilitas Desa melalui Program TJSL PTPN IV Regional V di Paser0
- Wujud Kepedulian Holding Perkebunan Nusantara, PT Sri Pamela Bantu Penghuni Rumah Dinas Terdampak Ba0
“Tanah Putih adalah contoh bagaimana komitmen,
profesionalisme, dan kerja keras bisa menghasilkan kinerja luar biasa. Tapi
capaian ini jangan membuat kita berpuas diri. Konsistensi jauh lebih penting,”
kata Jatmiko di hadapan jajaran manajemen dan karyawan Kebun Tanah Putih.
Selain kinerja TBS, capaian produksi crude palm
oil (CPO) Kebun Tanah Putih juga menunjukkan performa yang kuat. Hingga saat
ini, produksi CPO tercatat mencapai 7,4 ton per hektare, menempatkan Tanah
Putih sebagai salah satu kebun dengan produktivitas CPO tertinggi di PTPN IV
Regional III.
Jatmiko menyampaikan bahwa Tanah Putih merupakan
contoh unit kebun yang berhasil melakukan berbagai perbaikan secara
berkelanjutan. Mantan Direktur PTPN V, sebelum bertransformasi menjadi PTPN IV
Regional III itu mengenang bahwa kebun tersebut sebelumnya kerap menghadapi
berbagai tantangan, terutama serangan hama yang berdampak pada rendahnya
produktivitas.
“Saya masih ingat ketika pertama kali masuk ke
kebun ini sekitar 5–6 tahun yang lalu. Produktivitasnya di bawah dari harapan
akibat serangan hama. Sekarang, kebun ini adalah salah satu kebun yang patut
kita contoh, di mana produksi TBS-nya mencapai 32,4 ton dan produksi CPO-nya
mencapai 7,4 ton per hektare,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga
menekankan pentingnya menjaga mutu dan konsistensi produksi ke depan. Ia
mengingatkan agar kegiatan pemeliharaan dan pemupukan dilakukan secara efektif,
tepat sasaran, dan ramah lingkungan, termasuk dengan pemanfaatan pupuk organik
guna menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Kebun Tanah Putih memiliki luas areal 1.933,56
hektare yang terbagi ke dalam tiga afdeling dan didukung satu unit pabrik
kelapa sawit (PKS). Keberadaan kebun ini telah lama menjadi penggerak ekonomi
di wilayah perbatasan Kabupaten Rokan Hilir dan Labuhanbatu, melalui penciptaan
lapangan kerja serta kontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Jatmiko kembali mengingatkan
seluruh karyawan untuk senantiasa menjaga integritas dan validitas data
produksi sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang transparan
dan akuntabel. “Kita harus bekerja dengan integritas tinggi. Data yang kita
laporkan harus valid, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya
menegaskan.
Ia menilai keberhasilan Kebun Tanah Putih
menjadi bukti bahwa transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo, sebagai bagian
dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), telah menunjukkan hasil
nyata di tingkat operasional.
“Kita sedang bergerak menuju sistem kerja yang
lebih modern, berbasis data, dan berorientasi pada hasil, namun tetap berpegang
pada nilai-nilai integritas dan keberlanjutan,” demikian Jatmiko.






