- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Lewat PTPN I, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kejayaan Tembakau Deli

Keterangan Gambar : Lewat PTPN I, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kejayaan Tembakau Deli
Medan
— PT Perkebunan
Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero), kembali menghidupkan kejayaan Tembakau Deli sebagai bahan baku
cerutu premium kelas dunia. Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi
Pabrik Cerutu Deli Nusantara yang berlokasi di Tandem Hulu, Kecamatan Hamparan
Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Bangunan berarsitektur kolonial Belanda dengan ruang
utama berukuran 62x20 meter dan tinggi 12 meter itu menjadi pusat aktivitas
pengolahan daun tembakau Deli. Di dalamnya, ratusan pekerja yang didominasi
perempuan, secara tekun dan teliti menapis, memilah, serta mengolah lembar demi
lembar daun tembakau menjadi cerutu berkualitas tinggi.
Pabrik tersebut merupakan revitalisasi fasilitas
peninggalan era Belanda yang kini dioperasikan kembali oleh PTPN I sebagai
bagian dari strategi penguatan komoditas unggulan bernilai historis tinggi.
Sejak 1860-an, Tembakau Deli dikenal luas di Eropa dan Amerika sebagai bahan
baku cerutu terbaik dunia.
Baca Lainnya :
- Sambut Ramadan, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PT IKN Salurkan Santunan Anak Yatim0
- Dominan Diserap Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Tetap Sasar 100 Pe0
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare0
- Aspekpir Apresiasi Pola Single Management PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara0
- KPBN Dukung Strategi Digital Holding Perkebunan Nusantara melalui FGD TI 20260
Meski berstatus industri, proses produksi di Pabrik
Cerutu Deli Nusantara berlangsung relatif senyap tanpa dominasi mesin modern.
Seluruh tahapan dilakukan secara manual dengan alat bantu sederhana berbahan
kayu. Pendekatan ini dipertahankan untuk menjaga karakteristik autentik
tembakau Deli yang telah mendunia.
Sebagai komoditas legendaris, Tembakau Deli memiliki
nilai historis dan ekonomi yang tinggi bagi Sumatera Utara, khususnya Deli
Serdang. Bagi PTPN I, komoditas ini merupakan “emas hijau” yang memiliki
prospek jangka panjang bagi perusahaan.
Upaya revitalisasi dilakukan secara bertahap sejak
2024 melalui perluasan areal tanam dan peningkatan kapasitas produksi. Pada
Juli 2025, Pabrik Cerutu Deli Nusantara (Deli Nusantara Cigar Factory) resmi
beroperasi. Produk cerutu yang dihasilkan dipasarkan dalam beberapa edisi yang
mengusung nama kebun asal tembakau, antara lain Helvetia, Saentis, Klumpang,
dan Bulu Cina.
Perusahaan memastikan standar kualitas diterapkan
secara konsisten dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan
bibit, pemeliharaan, panen, pascapanen, hingga proses produksi. Salah satu
tahapan krusial adalah pengeringan di bangsal yang sepenuhnya dilakukan secara
manual untuk menjaga kualitas daun.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas,
menegaskan bahwa pelestarian Tembakau Deli merupakan bagian dari tanggung jawab
sejarah sekaligus sosial perusahaan.
"PTPN I berkomitmen
agar warisan dunia ini tidak hanya unggul secara komersial, tetapi juga menjadi
penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja yang
berkelanjutan," ujar Teddy di
Jakarta, Senin (23/2).
Operasional bangsal pengeringan menyerap tenaga
kerja lokal dalam jumlah signifikan. Region Head PTPN I Regional 1, Wispramono
Budiman, menjelaskan bahwa setiap helai daun harus melewati siklus biologis
sensitif selama 17–22 hari.
Proses tersebut meliputi fase pelayuan (wilting),
penguningan (yellowing), hingga pencoklatan (browning), yang membutuhkan
ketelitian tinggi dan pengawasan ketat.
"Tenaga kerja kami
adalah warga sekitar yang sudah sangat paham proses dan karakteristik proses
tembakau Deli. Aspek-aspek yang harus diikuti pada SOP sangat kompleks. Bukan
hanya aspek fisik dari bentuk, ukuran, warna, dan tekstur, tetapi juga ketepatan
suhu saat proses, hingga durasi. Ini sangat ketat sehingga produk kami
berkualitas tinggi,"
ujar Wispramono.
Keunikan Tembakau Deli juga terletak pada teknik
pengasapan tradisional menggunakan tungku berbahan bakar campuran kayu karet
dan sekam padi untuk menghasilkan warna cokelat keemasan autentik.
Manajer PTPN I Regional 1 Kebun Tembakau, Henri Tua
Hutabarat, menekankan bahwa fase pengasapan merupakan titik paling kritis dalam
rantai produksi. "Kesalahan kecil
dalam pengelolaan asap dapat berakibat fatal pada kualitas fisik daun hingga
risiko pembusukan. Ini membutuhkan sinergi antara keahlian tangan manusia dan
infrastruktur bangsal yang memadai. Sebab, ini menjadi kunci utama PTPN I dalam
menjaga standar kualitas cerutu premium internasional," katanya.
Melalui integrasi nilai sejarah, disiplin teknis
produksi, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, PTPN I sebagai bagian dari
Holding Perkebunan Nusantara memastikan Tembakau Deli tetap kompetitif di pasar
global sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.






