- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara

Keterangan Gambar : ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara
Jakarta - Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menunjukkan penguatan
signifikan. Subholding PTPN III (Persero) ini membukukan Return on Asset (ROA)
unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025. Capaian tersebut tidak hanya
melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mencerminkan perbaikan
fundamental pengelolaan aset dalam tiga tahun terakhir.
Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3
persen, ROA PalmCo tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan. Tren kenaikan ini
bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan
masih berada di angka 3,88 persen. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun,
profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat.
Realisasi 7,9 persen itu juga jauh di atas target
awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9 persen. Dengan demikian, kinerja ROA
2025 tercatat sekitar 161 persen dari proyeksi yang ditetapkan manajemen di
awal tahun.
Baca Lainnya :
- Club Go Run Dorong Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Holding Perkebunan Nusantara0
- Anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara, KPBN Tegaskan Komitmen Tata Kelola di Legal Summit PTP0
- Sejak Hari Pertama Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi P0
- PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jawa Timur0
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Bisnis melalui Business Catch-Up PT KPBN Inacom0
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa
menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas
sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.
“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi
7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang
berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi,
digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada
kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Sejalan
dengan Agenda Efisiensi BUMN
Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah
kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN.
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN
tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan
laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu
indikator utama untuk mengukur hal tersebut.
Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo kian mendekati
target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen. “Kami
memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah
ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal
yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang
ditetapkan,” kata Jatmiko.
Efisiensi
Modal Menguat
Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga
menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada
2025 tercatat sebesar 17,10 persen. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan
2024 yang berada di level 12,73 persen, dan jauh lebih tinggi dibandingkan
capaian 2023 sebesar 8,17 persen.
Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal
perusahaan sebesar 12,22 persen. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat
modal, ROIC di atas 17 persen mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja
modal dan keberhasilan menekan biaya modal.
Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan
setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti
intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir. “ROIC yang baik menunjukkan
bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara
terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.
Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada
peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk
meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi
operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan
kinerja perusahaan.






