- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Sejak Hari Pertama Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi P

Keterangan Gambar : Sejak Hari Pertama Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Konsisten Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang
Aceh
Tamiang - Dua bulan pascabanjir bandang yang melanda Aceh
Tamiang pada akhir 2025, upaya pemulihan kehidupan masyarakat terus berlanjut.
Dalam proses tersebut, kehadiran negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
di bawah Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
menjadi bagian penting dari penguatan pemulihan sosial masyarakat terdampak.
Sebagai subholding kelapa sawit Holding Perkebunan
Nusantara, PTPN IV PalmCo kembali menegaskan komitmennya dalam mendampingi
masyarakat Aceh Tamiang. Rabu (28/1/2026), Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail
bersama Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dan pendiri BenihBaik
Indonesia Andy F. Noya meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara
(Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan tersebut, PTPN IV PalmCo meresmikan
Sekolah Alam Darurat bagi anak-anak penyintas banjir serta menyalurkan bantuan
logistik bagi ibu dan anak. Langkah ini menegaskan pendekatan pemulihan yang
tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial
dan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.
Baca Lainnya :
- PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jawa Timur0
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Bisnis melalui Business Catch-Up PT KPBN Inacom0
- Entitas Holding PTPN III (Persero), SPMN Jalin Kerja Sama Payroll dan Kredit dengan BNI Tebing Tingg0
- Holding Perkebunan Nusantara Dorong Tertib Administrasi Niaga Melalui Rekonsiliasi Overdue Interest 0
- Digitalisasi SDM Sawit Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo Raih Pengakuan Nasional0
“PTPN IV PalmCo ini paling cepat (hadir membantu).
PTPN mantap,” ujar Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail. Ia mengapresiasi
konsistensi kehadiran perusahaan yang dinilainya telah hadir sejak masa tanggap
darurat hingga fase pemulihan. “Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara
fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua
bantuan ini menjadi amal ibadah.”
Selain Sekolah Alam Darurat untuk anak usia 6–12
tahun, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak,
paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan
BenihBaik Indonesia. Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pascabencana,
Sekolah Alam Darurat menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap dapat
belajar, bermain, dan pulih dari trauma.
Pendiri BenihBaik Indonesia Andy F. Noya menilai
fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan masa
depan generasi muda. “Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu
diyakinkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar
tempat belajar, tapi simbol bahwa ada harapan dan masa depan yang terus
diperjuangkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMN,
pemerintah pusat dan daerah, TNI Polri, serta masyarakat sipil merupakan wujud
nyata semangat gotong royong. “Ketika negara hadir bersama masyarakat,
manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang paling rentan.”
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa
menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan sejak hari-hari awal bencana merupakan
bagian dari tanggung jawab moral sebagai BUMN di bawah Holding Perkebunan
Nusantara.
“Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya
masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir,” ujar Jatmiko.
Ia menegaskan bahwa PTPN IV PalmCo termasuk entitas yang pertama hadir di Aceh
Tamiang pascabanjir, bahkan sebelum fase pemulihan dimulai.
Huntara Danantara dibangun di atas lahan milik PTPN
seluas 5,85 hektare dengan kapasitas sekitar 600 unit. Selain menyediakan
lahan, perusahaan juga mendukung proses land clearing, pembangunan fasilitas
umum, hingga pengamanan area. Ke depan, penyiapan lahan serupa juga akan
dilakukan di sejumlah titik untuk mendukung hunian sementara dan hunian tetap
bagi warga terdampak.
Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada
penyediaan hunian. Integrasi sosial warga pengungsi dengan masyarakat sekitar
juga menjadi perhatian perusahaan. “Kami ingin saudara-saudara kita di Huntara
ini menyatu dengan desa sekitar, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan
sosial,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa PTPN IV PalmCo akan terus
terlibat dalam proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang. “Aset dan karyawan
kami juga terdampak. Jadi kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak
akan bosan membantu.”
Huntara Danantara merupakan proyek kolaborasi BUMN
di bawah naungan Danantara Indonesia yang juga telah dikunjungi Presiden
Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026. Di Aceh Tamiang,
hunian sementara tersebut kini tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga
ruang untuk menata kembali kehidupan, dengan kehadiran negara yang konsisten
dari masa darurat hingga fase pemulihan sosial masyarakat.






