- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo, Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng Jelang Ramadhan

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo, Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng Jelang Ramadhan
JAKARTA — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo, memastikan
kesiapan pasokan minyak goreng nasional. Perusahaan menyatakan telah menyiapkan
langkah dari hulu hingga hilir untuk menjaga stabilisasi harga di tengah tren
peningkatan konsumsi masyarakat.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan
lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah
pola baru. Karena itu, manajemen mengklaim telah memetakan kebutuhan pasar
sejak awal tahun.
“Kami memahami tren permintaan selalu meningkat jauh
sebelum Ramadhan. Karena itu, skenario peningkatan produksi sudah dirancang dan
dieksekusi sejak awal tahun. Stok bahan baku aman untuk memenuhi kebutuhan
domestik,” ujar Jatmiko di Jakarta, pekan ini.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekono0
- Lewat PTPN I, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kejayaan Tembakau Deli 0
- Sambut Ramadan, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PT IKN Salurkan Santunan Anak Yatim0
- Dominan Diserap Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Tetap Sasar 100 Pe0
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Mutasikan TBM-3 ke TM-1 Seluas 1.119 Hektare0
Data perusahaan menunjukkan, realisasi produksi
Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2026 menembus lebih dari 200.000 ton,
melampaui target bulanan yang telah ditetapkan. Untuk periode Maret hingga
April, sebagai puncak konsumsi rumah tangga, PalmCo menargetkan kenaikan
produksi lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton CPO pada April.
Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi potensi
gejolak harga di pasar. Sejumlah
pengamat menilai, stabilitas pasokan menjadi faktor kunci meredam kenaikan
harga minyak goreng yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Fokus
Hilir pada Minyak Kita
Di sektor hilir, strategi serupa dijalankan anak
usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL). Perusahaan ini meningkatkan
target produksi minyak goreng ritel pada Maret menjadi sekitar 4,2 juta liter
dan dinaikkan lagi sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada
April 2026.
Pelaksana Tugas Direktur INL Darwin Hasibuan
menyebutkan, seluruh kapasitas produksi saat ini difokuskan pada merek minyak
goreng program pemerintah, yakni Minyak Kita.
“Untuk sementara, produksi beberapa merek komersial
internal kami ditunda. Seluruh jalur distribusi dan kapasitas produksi kami
dedikasikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah,” katanya.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan
harga di tingkat konsumen. Minyak Kita merupakan merek minyak goreng sederhana
yang didistribusikan secara luas dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Sertifikasi
dan Keterlacakan
Di tengah upaya peningkatan volume produksi, PalmCo
menyatakan tetap menjaga standar keberlanjutan. Dari total 71 pabrik kelapa
sawit yang dikelola, sebanyak 67 pabrik atau 94,36 persen telah mengantongi
sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sementara itu, 68 pabrik
atau 95,77 persen telah tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Selain sertifikasi, perusahaan memperkuat sistem
keterlacakan (traceability) bahan baku. Beberapa unit seperti PKS Rambutan, PKS
Sei Mangkei, PKS Bah Jambi, dan PKS Pulu Raja dijadikan percontohan integrasi
data kebun dan pabrik sehingga asal-usul tandan buah segar (TBS) dapat
ditelusuri hingga ke sumbernya.
Menurut Jatmiko, transparansi rantai pasok menjadi
bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. “Masyarakat berhak mendapatkan
jaminan bukan hanya soal harga dan stok, tetapi juga kepastian bahwa minyak
goreng diproduksi dari sumber yang lestari dan terlacak,” ujarnya.
Seiring mendekatnya Ramadhan, pemerintah dan pelaku
industri dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara pasokan dan
stabilitas harga. Upaya PalmCo meningkatkan produksi dan memfokuskan distribusi
pada minyak goreng bersubsidi menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu
meredam potensi gejolak di pasar domestik.






