- Pulihkan Akses 3 Desa Langkat, PTPN Group Sinergi Lintas Instansi Bangun Jembatan Bailey
- Kunjungi PT SPMN, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN III (Persero) Dorong Peningkatan Mutu La
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan PTPN I Regional 7 di Tulungbu
- Holding Perkebunan Nusantara Hadirkan Destinasi Wisata Berbasis Kemitraan di Lampung Selatan
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Integritas Lewat Program “Kasmaran” PTPN I
- Aksi Bersih Lingkungan PalmCo, Wujud Komitmen Holding Perkebunan Nusantara Menuju Indonesia Asri
- Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi
- Holding Perkebunan Nusantara Selaraskan Strategi TI 2026 Lewat FGD Terintegrasi
- Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V Bahas Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bersama D
- Ikuti Rakor Pemasaran PTPN Group 2026, PT KBPN Dukung Penyempurnaan Tata Kelola
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Dorong PTPN I Capai Target 50 Ribu Hektare Kelapa

Keterangan Gambar : Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Dorong PTPN I Capai Target 50 Ribu Hektare Kelapa
Jakarta - Setelah sukses
melaksanakan tanam perdana di Banyuwangi pada akhir Desember 2025, PT
Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus mengakselerasi perluasan areal tanaman
kelapa di seluruh unit kerjanya. Langkah strategis ini sejalan dengan proyeksi
perusahaan untuk mencapai target 50 ribu hektare lahan kelapa pada tahun 2029
di seluruh wilayah kerja PTPN I, sebagai bagian dari penguatan bisnis
perkebunan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).
Sebagai
bagian dari implementasi rencana tersebut, PTPN I Regional 8 memulai penanaman
kelapa di lahan seluas 104 hektare yang berlokasi di Kebun Mira (Minahasa dan
Halmahera Utara), Sulawesi Utara, pada Jumat (30/1/2026).
Direktur
Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, hadir langsung dalam seremoni “Tanam
Perdana Kelapa” Regional 8 tersebut. Turut hadir Staf Khusus Menteri pada
Program Hilirisasi Kelapa Kementerian PPN/Bappenas, Sukmo Harsono dan Rama
Notowidigdo; Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik
Pattipeilohy; serta Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowling. Kegiatan
dipandu oleh Region Head PTPN I Regional 8, Misran, beserta jajaran.
Baca Lainnya :
- Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru0
- Day 2 Legal Summit 2026: PTPN Group Perkuat Strategi Pengamanan dan Pemulihan Aset0
- Sejalan dengan Arah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Catat Kinerja Positif Sepanja0
- ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset Holding Perkebunan Nusantara0
- Club Go Run Dorong Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Holding Perkebunan Nusantara0
Dalam
sambutannya, Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa PTPN I, sebagai bagian dari
ekosistem Holding Perkebunan Nusantara, memiliki tanggung jawab teknis dan
moral untuk menyukseskan program hilirisasi perkebunan yang dicanangkan
Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hilirisasi di sektor perkebunan
merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“PTPN
I memiliki peran krusial dalam meningkatkan ekonomi petani kelapa dan nilai
tambah komoditas ini melalui pengembangan industri hilir. Kelapa adalah
komoditas strategis. Kami mengisi celah pasar agar tidak terjadi instabilitas
pangan, mengingat tingginya ketergantungan masyarakat namun di sisi lain lahan
petani mulai beralih fungsi,” ujar Teddy.
Teddy
menambahkan, dari target 50 ribu hektare hingga tahun 2029, sekitar 70 persen
populasi tanaman akan berfokus di wilayah Regional 8 yang mencakup sembilan
provinsi.
“Industri
kelapa ini, ke depan bukan sekadar penyedia bahan mentah. Kami akan menciptakan
industri terpadu dengan produk hilir yang kompetitif. Kami berencana membangun
pabrik utama dan industri pengolahan produk derivatnya guna memberikan dampak
ekonomi nyata bagi negara,” imbuhnya.
Di
sela-sela kegiatan tanam perdana, PTPN I Regional 8 menunjukkan komitmen
kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar. Sebagai bentuk rasa syukur atas
dimulainya proyek strategis ini, perusahaan menyalurkan santunan kepada 100
anak yatim dan kaum dhuafa di sekitar wilayah kebun.
Penyerahan
santunan dilakukan secara simbolis oleh jajaran direksi dan pejabat yang hadir.
Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan
masyarakat, serta memastikan bahwa kehadiran investasi PTPN I memberikan
manfaat langsung bagi kesejahteraan warga lokal.
Dukungan
penuh juga datang dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kepala
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, menekankan
pentingnya sinergi lintas sektoral untuk memastikan program strategis nasional
ini berjalan sesuai koridor hukum.
“Kejaksaan
hadir untuk memastikan program ketahanan pangan ini berjalan baik, terutama
dari aspek legalitas. Optimalisasi potensi kelapa di Sulawesi Utara harus
didorong sebagai komoditas unggulan,” kata Jacob Hendrik.
Dari
sisi operasional, Region Head PTPN I Regional 8, Misran, menjelaskan bahwa
penanaman 104 hektare di Marinsow, Kabupaten Minahasa Utara, merupakan tahap
awal dari target 1.800 hektare pada tahun 2026 khusus di wilayah Regional 8.
“Kami
sedang menyiapkan lahan hingga mencapai target total 35.000 hektare untuk
regional ini. Varietas yang kami gunakan adalah bibit unggul dengan
produktivitas tinggi guna mendukung ekosistem hilirisasi industri kelapa PTPN
I,” jelas Misran.
Secara
nasional, progres penyiapan lahan terus dilaporkan ke Kantor Pusat PTPN I. Pada
awal Januari, Regional 1 (Sumatera Utara) melaporkan kesiapan 300 hektare lahan
di Kebun Helvetia dan Bulu Cina, Deli Serdang, yang dijadwalkan tanam perdana
pada Februari 2026. Regional lain juga melaporkan kesiapan lahan minimal 1.000
hektare untuk tahap pertama.
Dengan
proyeksi ekspansi ini, PTPN I optimistis akan menjadi produsen kelapa dan
produk turunannya terbesar di Indonesia. Selain memperkuat kedaulatan pangan,
industri ini diproyeksikan menjadi sumber pendapatan perusahaan yang
berkelanjutan.
“Saat
kami merancang program ini setahun lalu, sejumlah perusahaan swasta produsen
santan dan tepung kelapa sudah menyatakan minat untuk bekerja sama. Ini
membuktikan bahwa ekosistem industri kelapa terintegrasi yang kami bangun
sangat prospektif secara bisnis,” pungkas Teddy.






